Hong Kong, Radio Bharata Online - Kementerian Keuangan Tiongkok menerbitkan 11 miliar yuan (sekitar 24,7 triliun rupiah) obligasi negara berdenominasi renminbi di Hong Kong pada hari Rabu (5/6), yang menandai penerbitan tahap kedua tahun ini.

Penerbitan tersebut terdiri dari tiga miliar yuan (sekitar 6,7 triliun rupiah) obligasi bertenor dua tahun, tiga miliar yuan obligasi bertenor tiga tahun, tiga miliar yuan obligasi bertenor lima tahun, dan dua miliar yuan (sekitar 4,5 triliun rupiah) obligasi bertenor 10 tahun.

Menurut kementerian tersebut, mereka akan menerbitkan obligasi treasury berdenominasi renminbi senilai 55 miliar yuan (sekitar 123,5 triliun rupiah) di Hong Kong dalam enam tahap tahun ini, dengan tahap pertama senilai 12 miliar yuan (sekitar 27 triliun rupiah) telah diterbitkan pada bulan Maret.

Dana obligasi negara yang akan dihimpun tahun ini akan jauh lebih besar dari 30 miliar yuan (sekitar 67,4 triliun rupiah) pada tahun 2023, 23 miliar yuan (sekitar 51,7 triliun rupiah) pada tahun 2022, dan 20 miliar yuan (sekitar 45 triliun rupiah) pada tahun 2021.

Penerbitan ini bertujuan untuk meningkatkan mekanisme penerbitan obligasi treasury berdenominasi renminbi secara reguler di Hong Kong dan semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia.