JAKARTA, Bharata Online - Film terbaru "Garuda di Dadaku" menceritakan kembali karya kreator Shanty Harmayn dan Salman Aristo dalam bentuk animasi, setelah sukses dengan film "Garuda di Dadaku" (2009) dan "Garuda di Dadaku 2" (2011) serta serial televisi "Garuda di Dadaku" (2014, 2015).
"Garuda Didadaku" disutradarai oleh Ronny Gani yang pernah menjadi bagian tim animasi dan VFX film Marvel Cinematic Universe serta film "Transformers: Age of Extinction”, dan didukung Springboard, Dasun Pictures, AHHA Corp, Robot Playground Media, dan PK Films.
Tak hanya kebaruan dalam unsur genre, film ini juga menghadirkan lagu ikonis yang dinyanyikan ulang oleh Isyana Sarasvati dengan lebih megah dan tetap membangkitkan semangat nasionalisme.
Kehadiran film animasi "Garuda di Dadaku" membawa angin segar bagi industri perfilman animasi Indonesia. Produser film Shanty Harmayn mengatakan format baru itu telah mengantarkan film "Garuda di Dadaku" versi animasi ini ke dalam kompetisi Shanghai International Film Festival yang diperlombakan bulan Juni 2026 dalam kategori film animasi.
Selain bertanding di ajang kompetisi internasional, film animasi “Garuda di Dadaku" juga telah dilirik oleh Malaysia untuk penayangan di sana.
Tak hanya diminati negara luar, film animasi karya anak bangsa ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah terutama Kementerian Ekonomi Kreatif yang selaras dengan komitmennya untuk meningkatkan daya saing animasi lokal. [Kabarin]