Bogor, Bharata Online - Bayi panda pertama Indonesia yang lahir di Indonesia, Rio, telah menarik banyak pengunjung ke Taman Safari Indonesia (TSI) di Bogor, selatan Jakarta, sejak ia secara resmi diperkenalkan kepada publik akhir bulan lalu. Para pengunjung sangat antusias untuk melihat sekilas penghuni safari yang paling terkenal ini.
Rio lahir pada 27 November tahun lalu dengan berat hanya 200 gram, tetapi sejak itu tumbuh menjadi panda jantan sehat dengan berat 11 kilogram saat ia melakukan debut publiknya pada 30 Mei.
Anak panda ini dikandung oleh panda pinjaman dari Tiongkok, Cai Tao dan Hu Chun, dan merupakan panda raksasa pertama Indonesia yang dibiakkan di penangkaran.
Dulu, banyak warga Indonesia harus melakukan perjalanan jauh ke Tiongkok jika ingin melihat bayi panda. Sekarang, mereka senang memiliki beruang kesayangan tepat di rumah mereka sendiri.
"Saya bersyukur Taman Safari Indonesia diberi kesempatan untuk membangun hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Tiongkok. Ini adalah kegiatan yang menurut saya berdampak langsung tidak hanya pada orang-orang yang mencintai panda, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran, termasuk bagi para siswa yang saat ini datang dalam jumlah besar. Saya sangat senang karena akhirnya Taman Safari berhasil mengembangbiakkan panda setelah tiga kali percobaan gagal. Jadi, semuanya sangat menyentuh," ujar Dr. Missie Gustini, seorang pengunjung.
Rio tinggal di bangunan mewah bernama Istana Panda bersama orang tuanya, yang tiba dari Tiongkok pada tahun 2017 dalam aksi "diplomasi panda" yang bertujuan untuk menandai 60 tahun hubungan antara Indonesia dan Tiongkok.
Rio diambil sebagai singkatan dari nama lengkapnya, Satrio Wiratama, yang berarti 'pemberani' dan 'pejuang mulia'. Tim di safari mengatakan nama ini dipilih untuk melambangkan kemitraan konservasi antara Indonesia dan Tiongkok.
"Pesan utamanya adalah tentang konservasi. Saya pikir konservasi tidak mengenal negara, tidak mengenal batas. Ketika Anda berbicara tentang konservasi, hewan dari Tiongkok, kita dapat melakukan konservasi di Indonesia. Hewan Indonesia, Anda dapat melakukan konservasi di Eropa. Jadi, jika Anda seorang ahli di Eropa, Anda seorang ahli di Afrika, Anda dapat berkontribusi pada konservasi untuk seluruh dunia. Saya pikir kehadiran bayi Rio ini, apa sebutannya, telah membuka kemungkinan upaya konservasi di seluruh dunia, untuk semua spesies, terutama spesies yang terancam punah di seluruh dunia," jelas Aswin Sumampao, Direktur Utama Taman Safari.