Jakarta, Bharata Online – Setelah hampir dua tahun absen sejak konser meriah di Jakarta dan Surabaya pada tahun 2024, penyanyi dan pencipta lagu kenamaan asal Malaysia, Michael Wong (Guang Liang), akhirnya kembali menyapa penggemarnya di Indonesia. Dalam sebuah konser spesial bertajuk Lonely Planet 3.0 yang digelar pada Sabtu malam, 6 Juni 2026, di Spike Air Dome PIK 2 Jakarta, Michael Wong membawa ribuan penonton larut dalam nostalgia melalui lagu-lagunya.
Dibuka dengan lagu “Tian Shi”, Michael menghanyutkan penonton dengan deretan lagu-lagu hits legendarisnya. "Yue Ding", "Di Yi Ci", "Dou Shi Ni", hingga "Tong Hua" yang ikonik sukses membuat seluruh arena bergema. Bukan hanya lagu-lagu miliknya sendiri, malam itu Michael juga membawakan lagu "Yong Qi" yang pernah ia ciptakan untuk Fish Leung (Liang Jingru), serta menyuguhkan kejutan istimewa dengan menyanyikan lagu "Hou Lai" yang ia produseri untuk Rene Liu (Liu Ruoying). Penonton yang didominasi oleh generasi milenial bernyanyi bersama Michael, seolah mengubah arena konser menjadi sebuah kamar KTV raksasa.
Sepanjang konser, Michael yang dikenal ramah dan komunikatif itu berbicara banyak dari atas panggung. Selain berbicara dengan Bahasa Mandarin, Michael juga menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Michael mengatakan bahwa ia telah menjadi penyanyi selama lebih dari 30 tahun, ada banyak lagu yang ingin ia bagikan kepada para penggemarnya. Ia rindu masa ketika masih belum ada ponsel pintar para penonton akan memberikan tepuk tangan yang meriah karena tangan mereka tidak memegang ponsel.
“Apakah kalian tahu saya sudah menjadi penyanyi selama 30 tahun lebih? 30 puluh tahun lebih sangat lama. Saya sendiri pun tidak sadar. Waktu lewat begitu cepat. Intinya adalah 30 tahunan yang lalu Ketika saya selesai nyanyi, saat itu tidak ada ponsel, saya bisa mendengar suara tepuk tangan penonton yang hangat dan mengharukan,” kata Michael Wong sebelum menyanyikan lagu “Dou Shi Ni”.
Michael juga mengatakan bahwa ia tidak pernah membayangkan bisa mengadakan konser di Jakarta. Sebelumnya ia tidak tahu siapa yang mendengar musiknya, ternyata musik bisa menciptakan koneksi dengan orang di berbagai penjuru dunia.
“Saya tidak pernah membayangkan suatu hari bisa mengadakan konser di Jakarta. Saat itu saya baru sadar ternyata musik bisa mempengaruhi orang tertentu di masa tertentu. Itulah koneksi saya dengan dia. Koneksi seperti itu sangat Ajaib. Malam ini seperti bertahun-tahun lalu kita sudah berjanji mau bertemu, tetapi kita tidak saling mengatakan. Kalian tidak mengirim pesan ke saya. Saya juga tidak mengirim pesan ke kalian. Kita tidak berjanji, tetapi rasanya seperti sudah berjanji,” kata Michael Wong sebelum menyanyikan lagu “Yue Ding”.
Konser Michael Wong Lonely Planet 3.0 ini digelar oleh promotor Color Asia Live. Managing Director Color Asia Live, David Ananda, yang turut hadir memantau jalannya acara, menjelaskan alasan pihaknya sering mendatangkan artis-artis Mandarin ke Indonesia walaupun pangsa pasarnya tidak seluas artis Barat atau Korea.
“Dulu di zaman 1990-an banyak artis Mandarin yang top. Mungkin banyak orang merasa artis-arti itu sudah ketinggalan zaman, tetapi itu sangat salah. Sebenarnya tren Mandapop ini berkibar di mana-mana. Contohnya di Singapura dan Malaysia. Seperti diketahui, di Indonesia responnya sangat bagus untuk konser Mandapop karena kalua kita lihat secara statistik populasi orang Tionghoa di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di Asia. Dan saya yakin mereka merindukan adanya konser Mandapop,” jelas David.
Lebih lanjut David menjelaskan kendala yang mereka hadapi dalam menghadirkan artis Mandarin dibandingkan dengan artis lain.
“Kadang para artis Mandarin tidak memprioritaskan Indonesia sebagai pasar mereka karena mereka merasa mereka akan tampil di Singapura, di Malaysia, tetapi mungkin tidak akan bisa tampil di Indonesia. Soalnya mungkin orang yang suka musik Mandapop di Indonesia kurang. Padahal tidak. Itu persepsi yang sangat keliru,” jelas David.
Meski penuh tantangan, suksesnya konser Michael Wong malam itu kembali membuktikan bahwa musik Mandarin selalu memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Konser ditutup dengan lagu "Tong Hua", meninggalkan rasa haru dan bahagia bagi ribuan penggemar musik pop Mandarin yang hadir.