XI’AN, Bharata Online - Pesawat Airbus A320 yang dioperasikan FlyArystan Kazakhstan, mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Xi'an Xianyang di Xi'an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok Barat Laut, pada 1 Juli 2026.
Pendaratan ini menandai penerbangan perdana yang sukses dari rute terjadwal tersebut. Kepada Global Times, FlyArystan mengatakan, bahwa rute baru ini menghubungkan Almaty, ibu kota Kazakhstan, dengan Xi'an di Provinsi Shaanxi.
Seorang analis industri Tiongkok mengatakan, pendaratan ini menandai perluasan lebih lanjut frekuensi penerbangan antara Tiongkok dan negara-negara Asia Tengah, seiring dengan perluasan konektivitas lintas wilayah.
Rute ini beroperasi dua kali perjalanan pulang pergi per minggu. Penerbangan FS7866 berangkat dari Xi'an pada hari Rabu dan Sabtu, sedangkan penerbangan FS7865 berangkat dari Almaty pada hari Selasa dan Jumat.
Ini adalah rute keempat maskapai penerbangan Kazakhstan ke Tiongkok, setelah layanan rute Astana-Urumqi, Almaty-Yining, dan Aktau-Urumqi.
Maskapai itu mengatakan, peluncuran rute baru ini menandai perluasan lebih lanjut dari "Jalur Sutra Udara" antara Xi'an dan Kazakhstan, yang semakin memperpendek jarak waktu dan ruang antara Shaanxi dan Asia Tengah, serta membangun jembatan udara untuk kerja sama ekonomi dan perdagangan, pariwisata, dan pertukaran budaya.
Peluncuran layanan penerbangan baru ini, juga mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dalam konektivitas lintas wilayah.
Guo Jia, seorang pengamat pasar veteran, kepada Global Times pada hari Rabu mengatakan, sejak tahun lalu, rute penerbangan internasional Tiongkok telah mengalami perubahan struktural yang signifikan. Penerbangan penumpang ke negara-negara Belt and Road, kini mencakup lebih dari 70 persen dari total penerbangan.
Analis industri tersebut mengatakan, bahwa rute-rute baru yang diluncurkan oleh maskapai penerbangan besar, juga semakin fokus pada pasar non-tradisional. Pergeseran ini terkait erat dengan penguatan hubungan perdagangan dan ekonomi antara Tiongkok dan negara-negara Belt and Road. (Sumber: Global Times)