JAKARTA, Bharata Online - Tanah longsor menerjang Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis malam, 13 November 2025, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang cukup lama. Bencana ini menimpa 16 rumah, dan mengakibatkan korban jiwa, dengan dua orang meninggal dunia dan 21 lainnya masih dinyatakan hilang.
Longsor terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB. Dua dusun yakni Cibuyut dan Tarukahan, menjadi lokasi terdampak bencana.
Seorang warga, Edi, menceritakan bahwa ia mendengar suara gemuruh yang keras, sebelum longsor menimbun rumah-rumah di sekitarnya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Polda Jawa Tengah, Basarnas, dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Pencarian korban terkendala oleh kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu.
Tim reaksi cepat sementara mencatat kerugian materil meliputi 12 unit rumah rusak dan 16 unit rumah terancam.
Kontur tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR dalam pencarian korban. Meskipun demikian, tim gabungan melanjutkan upaya pencarian dan pertolongan korban pada Jumat pagi . Satu unit alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberangkatkan tim reaksi cepat ke lokasi terdampak guna membantu tim lapangan.
Hingga Jumat pagi 14 November, dua orang korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara sebanyak 21 warga lainnya masih dalam pencarian karena diduga tertimbun material longsor.
BNPB mengimbau warga maupun tim SAR yang sedang bertugas di lokasi untuk selalu waspada akan risiko longsor susulan. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi hampir merata di wilayah Kecamatan Majenang, Cilacap pada hari Jumat hingga Minggu mendatang. (BPBD)