Beijing, Bharata Online - Indeks logistik e-commerce Tiongkok mencatat sedikit peningkatan secara bulanan pada Oktober 2026. Hal ini didorong oleh libur Hari Nasional dan aktivitas belanja menjelang "Singles Day" (Hari Jomblo), serta perencanaan musim puncak yang dibantu oleh kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan-perusahaan logistik, demikian disampaikan oleh Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok pada hari Kamis (5/11).
Indeks tersebut, sebuah tolok ukur operasional logistik di sektor e-commerce, mencapai angka 112,1 poin pada Oktober tahun ini, naik 0,2 poin dari bulan sebelumnya. Meski kenaikannya tergolong moderat, angka itu menunjukkan momentum yang stabil menjelang festival belanja daring 11 November 2026 atau "Singles Day", yang merupakan ajang belanja daring dan luring terbesar di dunia.
Salah satu sorotan dari data bulan Oktober 2026 adalah penyesuaian berkelanjutan dalam struktur permintaan daring. Konsumsi yang berorientasi pada kualitas dan berbasis skenario penggunaan menjadi semakin menonjol, sementara pesanan di beberapa sektor baru muncul sebagai penggerak tambahan bagi permintaan e-commerce.
Didorong oleh ekonomi masa liburan dan berbagai kampanye promosi, pasar konsumen terus menunjukkan vitalitasnya. Kategori peralatan rumah tangga, ponsel dan produk digital, serta produk kecantikan dan pakaian menunjukkan kinerja yang stabil, sehingga memperkuat fondasi pasar e-commerce.
Pada saat yang sama, transaksi untuk produk pintar, seperti kacamata berbasis AI, meningkat pesat. Selain itu, tren "ekonomi hewan peliharaan" (pet economy), perjalanan selama libur Hari Nasional, dan belanja musiman turut mendorong permintaan akan produk kebutuhan hewan peliharaan, perlengkapan luar ruangan, serta pakaian musim gugur dan musim dingin, yang menciptakan titik pertumbuhan baru bagi konsumsi daring.
Dari sisi penawaran, perusahaan-perusahaan logistik telah melakukan perencanaan lebih awal untuk menghadapi musim puncak. Mereka memanfaatkan AI untuk memprediksi jumlah pesanan, mengoordinasikan kapasitas, dan mengoptimalkan rute pengiriman. Langkah ini memungkinkan alokasi sumber daya logistik yang lebih efisien, sekaligus meningkatkan ketepatan waktu, tingkat pemanfaatan kapasitas, dan jaminan pemenuhan pesanan selama periode puncak.
He Hui, Wakil Presiden Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok, menyatakan bahwa data bulan Oktober 2026 dengan jelas menunjukkan perubahan struktur konsumsi daring. Kategori produk tradisional tetap menopang pasar secara keseluruhan, sementara skenario gaya hidup baru menghadirkan momentum pertumbuhan yang segar.
"Pada bulan Oktober, pergeseran dalam struktur konsumsi daring terlihat cukup jelas: kategori-kategori tradisional menjadi penopang pasar secara keseluruhan, sementara perangkat keras pintar (smart hardware) mencatatkan penjualan yang baik. Berbagai skenario konsumsi—seperti perjalanan selama libur Hari Nasional, belanja musiman, dan perawatan hewan peliharaan—mendorong permintaan baru. Konsumsi terus bergeser ke arah skenario yang lebih spesifik dan berkualitas lebih tinggi, yang secara konsisten menghasilkan pesanan baru serta menyuntikkan vitalitas ke dalam pasar konsumsi daring," ujar He.
Di luar gambaran nasional, indeks bulan Oktober 2026 juga mencerminkan karakteristik penting lainnya: volume bisnis logistik e-commerce di wilayah perdesaan tetap berada di tingkat yang tinggi, meskipun laju pertumbuhan di berbagai daerah menunjukkan perbedaan.
Berdasarkan data, indeks volume bisnis e-commerce perdesaan berada di angka 128,3 poin pada bulan Oktober 2026, turun 0,1 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks untuk wilayah timur naik tipis 0,1 poin, sementara indeks untuk wilayah tengah, barat, dan timur laut mengalami sedikit penurunan setelah sempat menunjukkan pemulihan sebelumnya.
Jaringan pengiriman tiga tingkat, yang mencakup wilayah kabupaten, kecamatan, dan desa, terus berfungsi secara efektif. Jaringan ini menjaga kelancaran arus barang konsumsi menuju wilayah perdesaan, sekaligus memfasilitasi distribusi produk pertanian unggulan dari perdesaan ke pasar perkotaan. Selain itu, jaringan gerai titik akhir (end-point outlets) dan sistem distribusi yang stabil terus menopang pemesanan di pasar-pasar wilayah tingkat bawah.
Meskipun pertumbuhan di beberapa wilayah melambat, fondasi e-commerce perdesaan tetap kokoh dan terus membuka potensi konsumsi di pasar tingkat kabupaten.