Beijing, Bharata Online - Tiongkok akan mempercepat ekspansi industri kelautannya ke perairan dalam dan perairan jauh selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), dengan meluncurkan serangkaian proyek ilmiah dan rekayasa berskala besar yang baru, demikian diumumkan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) pada hari Selasa (3/11).
Dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Ma Weichen, Wakil Kepala Departemen Koordinasi Pembangunan Regional di NDRC, memaparkan langkah ekspansi besar-besaran ke laut dalam.
"Kami akan memajukan tata letak dan pengembangan industri kelautan hingga ke perairan dalam dan perairan jauh, secara aktif mengembangkan budi daya laut dalam serta perikanan perairan jauh yang modern, mengembangkan tenaga angin laut dalam secara teratur dan terkendali, serta mengupayakan pembangunan terintegrasi yang mencakup basis tenaga angin lepas pantai, proyek transmisi, dan fasilitas sambungan jaringan listrik di darat. Menjelang tahun 2030, kapasitas kumulatif tenaga angin lepas pantai yang terhubung ke jaringan listrik di Tiongkok diperkirakan akan melampaui 100 juta kilowatt," ujarnya.
"Selain itu, kami akan melaksanakan berbagai tugas utama secara bertahap, seperti pengembangan mineral laut dalam serta eksplorasi minyak dan gas di perairan yang sangat dalam. Kami juga akan menjalankan proyek-proyek besar, termasuk fase ketiga eksplorasi yang dipimpin oleh kapal selam berawak Jiaolong serta ekspedisi yang menggunakan kapal pemecah es penelitian Xuelong, guna memacu momentum dan vitalitas pengembangan industri kelautan," tambahnya.
Pengumuman ini disampaikan di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kelautan Tiongkok. Menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, nilai ekonomi kelautan bruto negara tersebut mencapai 8,5 triliun yuan (sekitar 23 ribu triliun rupiah) dalam tiga kuartal pertama tahun ini, meningkat 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.