Shanghai, Bharata Online - Kanselir Austria, Christian Stocker, mengunjungi Universitas Tongji di Shanghai pada hari Rabu (4/11), sebelum menghadiri upacara pembukaan China International Import Expo (CIIE) kesembilan di kota tersebut pada hari Kamis (5/11).
Stocker melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok hingga hari Sabtu atas undangan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang. Saat menyampaikan pidato di Universitas Tongji, ia menyoroti pentingnya kerja sama dalam penelitian ilmiah dan pendidikan tinggi.
"Austria dan Tiongkok akan membangun masa depan bersama, yang memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara. Hal ini memerlukan keberanian, kepercayaan diri, dan komitmen jangka panjang," ujar Kanselir Austria tersebut, seraya menambahkan bahwa Austria akan menjadi mitra tepercaya bagi Tiongkok dalam membuka babak baru kerja sama.
Dalam sebuah diskusi panel, para peserta dari kedua negara membahas masa depan sains dan teknik. Pertukaran terkini antara Universitas Tongji dan berbagai universitas di Austria berfokus pada penelitian bersama, mobilitas mahasiswa, serta peran kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang kian berkembang dalam pendidikan teknik.
"Tahun ini menandai peringatan 55 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Austria, serta 100 tahun sejak Profesor Hans List mulai mengajar di Universitas Tongji. Kedua tonggak sejarah ini mengajak kita untuk menengok kembali masa lalu. Persahabatan yang telah terjalin lama antara para insinyur Tiongkok dan Austria merupakan contoh nyata keterbukaan Tiongkok terhadap dunia," kata Wan Gang, Presiden Kehormatan Asosiasi Sains dan Teknologi Tiongkok.
Pada tahun 1926, Hans List mulai mengajar di Universitas Tongji, membantu melatih generasi pertama spesialis mesin pembakaran internal di Tiongkok. Satu abad kemudian, keluarganya menyumbangkan arsip sejarah serta patung dirinya kepada universitas tersebut.
Terdapat kerja sama erat antara Universitas Tongji dan AVL List GmbH, perusahaan yang didirikan oleh Hans List dan kini menjadi salah satu perusahaan teknologi mobilitas terkemuka di dunia untuk bidang teknik, simulasi, dan pengujian dalam industri otomotif.
Satu abad yang lalu, Austria membawa beberapa teknologi teknik tercanggihnya ke Tiongkok. Kini, kedua negara terus mengembangkan warisan tersebut, mempererat persahabatan dan kemitraan mereka, serta bersama-sama mendorong gelombang inovasi yang baru.