Beijing, Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyerukan upaya bersama untuk memajukan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama antara Tiongkok dan Myanmar. Ia menyatakan dukungan Tiongkok terhadap rekonsiliasi politik, pembangunan ekonomi, serta peningkatan taraf hidup masyarakat di Myanmar.
Dalam pertemuan pada hari Selasa (3/11) di Beijing, Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, memuji persahabatan "pauk-phaw" (persaudaraan erat) yang telah lama terjalin antara kedua negara.
Wang menegaskan bahwa Tiongkok mendukung Myanmar dalam mencapai rekonsiliasi politik, menstabilkan situasi dalam negeri, mengembangkan ekonomi, meningkatkan taraf hidup rakyat, serta mewujudkan kebangkitan nasional.
Ia menambahkan, Tiongkok senantiasa menjadi mitra strategis yang dapat diandalkan bagi Myanmar dan bersedia bekerja sama untuk memajukan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama antara kedua negara.
Wang meminta kedua belah pihak untuk memajukan proyek-proyek utama dalam kerangka Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar, memperdalam kerja sama di bidang energi dan sumber daya, serta meningkatkan upaya pemberantasan judi daring dan penipuan telekomunikasi. Ia juga mendesak Myanmar untuk mengambil langkah konkret guna melindungi personel, institusi, dan proyek-proyek milik Tiongkok.
Aung Kyaw Hoe menyatakan bahwa Myanmar menjunjung tinggi Lima Prinsip Hidup Berdampingan secara Damai untuk meneruskan persahabatan tradisional antara Myanmar dan Tiongkok, serta tetap berpegang teguh pada prinsip "Satu Tiongkok".
Ia menyampaikan kesiapan Myanmar untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek koridor ekonomi dan bekerja sama dengan Tiongkok serta negara-negara kawasan lainnya dalam memberantas penipuan telekomunikasi. Ia juga menyambut baik investasi lebih lanjut dari Tiongkok.
Aung Kyaw Hoe berada di Tiongkok untuk menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri Kerja Sama Lancang-Mekong (Lancang-Mekong Cooperation/LMC) ke-11.
Didirikan pada Maret 2016, kerangka kerja LMC mempertemukan Tiongkok dengan lima negara di kawasan Mekong, yaitu Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.
Mekanisme ini, sesuai dengan namanya, terbentuk karena keenam negara tersebut berbagi sungai yang sama, yang disebut sebagai Sungai Lancang di Tiongkok, dan Sungai Mekong saat mengalir melalui lima negara lainnya sebelum bermuara ke laut.