Ningbo, Bharata Online - Sebuah pusat inovasi internasional Tiongkok-Austria yang baru akan didirikan di Ningbo, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, untuk menjembatani perusahaan teknologi Austria dengan sektor manufaktur maju di Tiongkok.
Pusat Inovasi Internasional Tiongkok-Austria (Ningbo) yang diusulkan ini bertujuan untuk menghubungkan keunggulan Austria dalam penelitian dan teknologi khusus dengan kapabilitas manufaktur maju serta rantai pasok industri yang mapan di Ningbo. Hal ini disampaikan oleh Sebastian Kovacs, Presiden Asosiasi Teknologi dan Kewirausahaan Austria atau Austrian Technology and Entrepreneurship Association (ATEA) sekaligus perwakilan dari Vienna Neustadt.
Berbicara di sela-sela acara Global Mayors Dialogue 2026 yang berlangsung dari hari Senin (2/11) hingga Kamis (5/11) di Ningbo, Kovacs mengatakan bahwa inisiatif ini akan membantu perusahaan teknologi Austria mendapatkan akses yang lebih mudah ke pasar Tiongkok, termasuk melalui dukungan investasi dan bantuan operasional lokal.
"Mengingat latar belakang saya di Austria yang selalu bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi, tentu kita paham bahwa teknologi yang baik perlu untuk terus berkembang. Sering kali, perusahaan-perusahaan ini membutuhkan modal dari pihak luar atau investor. Biasanya, mereka cenderung melirik negara-negara Barat, seperti Inggris atau Amerika Serikat, karena hambatan masuknya dianggap lebih rendah dibandingkan jika harus masuk ke Tiongkok. Saya ingin mengatasi masalah ini. Saya ingin memberikan kesempatan bagi perusahaan teknologi Austria untuk masuk ke Tiongkok dengan cara yang jauh lebih mudah dan cepat. Di sinilah kami hadir memberikan dukungan melalui tim di lapangan, serta menyediakan modal untuk investasi," ujar Kovacs dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN).
Kekuatan industri di Ningbo juga dapat menawarkan peluang bagi pelaku bisnis Austria, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), untuk memperluas operasional mereka dan membangun kemitraan di Tiongkok. Kota ini memiliki pelabuhan internasional yang besar serta klaster manufaktur yang mapan, termasuk di sektor otomotif dan baterai.
Kovacs menyampaikan kepada CGTN bahwa industri-industri tersebut juga selaras dengan bidang keahlian yang dimiliki Austria, sehingga menciptakan peluang bagi kedua belah pihak untuk saling melengkapi melalui keunggulan masing-masing.
"Anda memiliki pelabuhan dengan volume transaksi terbesar di dunia. Secara logistik maupun geografis, lokasinya sangat strategis. Seperti yang Anda sebutkan, terdapat banyak pusat manufaktur di Ningbo, khususnya di sektor otomotif dan baterai. Hal ini juga merupakan salah satu kekuatan kami di Austria, sehingga secara alami terdapat kesamaan di antara kita. Kami berencana untuk lebih memanfaatkan hal ini di masa depan," ujarnya.