Beijing, Bharata Online - Tiongkok menegaskan kembali dukungannya terhadap status negara-negara Amerika Latin dan Karibia sebagai zona perdamaian dan penentangannya yang tegas terhadap campur tangan asing dalam urusan kawasan tersebut pada hari Jumat (2/1) lalu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menegaskan kembali posisi Tiongkok dalam konferensi pers rutin di Beijing sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai "pernyataan mengancam" baru-baru ini oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap Kuba dan negara-negara lain.
"Tiongkok dengan tegas mendukung status Amerika Latin dan Karibia sebagai zona perdamaian. Kami menentang tindakan apa pun yang bertentangan dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB, melanggar kedaulatan dan keamanan negara lain, melibatkan penggunaan atau ancaman kekerasan dalam hubungan internasional, atau memungkinkan kekuatan eksternal untuk mencampuri urusan internal negara-negara Amerika Latin dengan dalih apa pun," ujar Lin.
"Tiongkok dan negara-negara Amerika Latin adalah teman dan mitra yang baik yang berkomitmen pada kesetaraan, saling menguntungkan, dan pembangunan bersama. Keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama yang saling menguntungkan adalah ciri khas hubungan Tiongkok-Amerika Latin. Negara-negara Amerika Latin dan Karibia berhak untuk secara mandiri memilih jalur pembangunan dan mitra kerja sama mereka. Tiongkok siap bekerja sama dengan negara-negara Amerika Latin untuk memperkuat solidaritas dan koordinasi, menavigasi perubahan dalam lanskap internasional, mengejar pembangunan dan kemakmuran bersama melalui kerja sama yang saling menguntungkan, dan memberikan manfaat bagi rakyat kita," jelas Lin.