New York, Bharata Online - Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sun Lei, menguraikan tiga harapan dalam pertemuan terbuka Dewan Keamanan mengenai Yaman pada hari Selasa (13/4), yaitu memajukan dialog politik, menjaga keamanan dan stabilitas, serta memperbaiki situasi kemanusiaan di negara tersebut.

Mengenai situasi yang semakin tegang di Yaman selatan, Tiongkok menyerukan kepada semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan dan perselisihan melalui dialog politik dan menciptakan kondisi untuk memulihkan perdamaian dan ketenangan di Yaman sesegera mungkin. Tiongkok menyambut baik putaran baru kesepakatan pertukaran tahanan yang dicapai antara pemerintah Yaman yang sah dan Houthi, yang merupakan langkah penting menuju pembangunan kembali kepercayaan, kata Duta Besar tersebut dalam pertemuan itu.

"Kekacauan yang berkepanjangan di Yaman telah lama membuktikan bahwa cara militer tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan, dan konflik bersenjata hanya menyebabkan lebih banyak kerusakan. Kami menyerukan kepada semua pihak Yaman untuk mengutamakan kepentingan rakyat Yaman, tetap tenang dan menahan diri secara maksimal, menghindari pecahnya konflik baru, dan secara bertahap mendorong gencatan senjata nasional," ujar Sun.

Tiongkok juga mendesak komunitas internasional untuk memberikan lebih banyak bantuan kepada Yaman dan memastikan sumber daya yang cukup untuk operasi kemanusiaan PBB di negara tersebut, guna membantu meringankan krisis pangan. Semua pihak harus mematuhi hukum humaniter internasional dan melindungi warga sipil serta infrastruktur sipil, dan badan-badan PBB khususnya tidak boleh menjadi sasaran serangan, katanya.

Sun mengatakan, Tiongkok akan terus memainkan peran konstruktif dalam penyelesaian politik masalah Yaman dan dalam memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.