Beijing, Radio Bharata Online - Perusahaan-perusahaan Tiongkok telah menunjukkan komitmen mereka untuk membina kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara-negara Arab dengan mengincar peluang pasar baru di Timur Tengah.
Perdagangan bilateral antara Tiongkok dan dunia Arab telah mengalami lonjakan yang luar biasa, melonjak dari 36,7 miliar dolar AS (sekitar 602 triliun rupiah) pada tahun 2004 menjadi 398 miliar dolar AS (sekitar 6.527 triliun rupiah) pada tahun 2023.
Pertumbuhan perdagangan yang eksponensial ini menggarisbawahi hubungan ekonomi yang kuat antara kedua wilayah dan menunjukkan peran penting Tiongkok dalam perdagangan dunia Arab.
Perkembangan ekonomi dan kemajuan sosial di kawasan ini telah menarik perhatian bisnis Tiongkok di berbagai bidang.
Chen Guanfu, Chairman PowerChina International Group, mengungkapkan bahwa perusahaan itu memasuki pasar Timur Tengah pada tahun 2000 dan saat ini beroperasi di 20 negara di wilayah tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan China Media Group (CMG), Chen menekankan potensi yang sangat besar di beberapa sektor di Timur Tengah.
"Saya percaya bahwa dalam langkah selanjutnya untuk Timur Tengah, terutama dengan perkembangan ekonomi dan kemajuan sosialnya, ada peluang yang sangat baik di setidaknya beberapa bidang berikut. Yang pertama terkait dengan air, termasuk pasokan air untuk kehidupan sehari-hari, industri, dan urbanisasi. Oleh karena itu, topik air memiliki potensi besar di Timur Tengah. Bidang kedua terkait dengan mata pencaharian masyarakat, termasuk pendidikan dan perawatan kesehatan, yang masih menawarkan banyak peluang. Bidang ketiga adalah pertanian. Saya percaya bahwa negara-negara Arab, terutama yang berada di kawasan Teluk, harus fokus tidak hanya pada transisi energi, tetapi juga menangani masalah air dan memerangi penggurunan dan salinisasi. Pertanian adalah bidang yang menjanjikan, karena mencapai swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan pada makanan impor dapat membantu mengurangi pengeluaran devisa," papar Chen.
Wu Shaojie, CEO Neusoft Medical, berbagi wawasannya tentang potensi kawasan ini dalam industri kesehatan. Perusahaan itu telah hadir di 17 negara anggota Liga Arab, menawarkan beragam peralatan dan solusi medis, kata Wu.
"Dari perspektif industri medis dan kesehatan, kami percaya bahwa Timur Tengah selalu menjadi pasar yang sangat baik. Tidak hanya memiliki permintaan pasar kelas atas yang mirip dengan negara maju, tetapi juga menghadirkan peluang di pasar ekonomi tingkat menengah yang mirip dengan beberapa negara berkembang. Berdasarkan kemajuan teknologi baru saat ini, seperti ekonomi digital, kecerdasan buatan, ekonomi internet, dan penerapan perangkat lunak big data, saya sangat yakin bahwa sektor ini memiliki prospek pengembangan yang signifikan untuk pengembangan masa depan Timur Tengah," kata Wu.