Yudu, Radio Bharata Online - Untuk mengantisipasi Festival Musim Semi yang akan datang, penduduk desa di provinsi Jiangxi dan Zhejiang, Tiongkok timur sibuk menyiapkan hidangan perayaan, termasuk ubi jalar kering dan daging berbumbu, yang merupakan pusat dari makanan perayaan.

Di Kabupaten Yudu, Jiangxi, penduduk desa sibuk mengukus, memanggang, dan mengeringkan ubi jalar. Ubi jalar kering ini sangat disukai oleh penduduk setempat karena dapat membangkitkan rasa rumah dan menjadi hidangan yang meriah selama Tahun Baru Imlek.

"Setiap hari, kami membuat ubi kering, yang kemudian diberikan kepada anak-anak dan dikirim ke kerabat dan teman. Ubi kering ini beraroma, dan semua orang menyukainya," kata Shi Yibing, seorang penduduk desa.

Menjelang Festival Musim Semi, produksi dan penjualan bebek asin peras di Kabupaten Poyang mencapai puncaknya. Dibuat dengan teknik tradisional, bebek asin perasan ini memiliki kulit keemasan dan daging yang lezat, memadukan rasa gurih dan ringan secara harmonis. Dengan penampilan, aroma, dan rasanya yang memikat, bebek asin ini telah menjadi makanan khas Tahun Baru Imlek yang penting bagi orang-orang di sini.

"Kami menjual lebih dari 1.000 ekor bebek per hari. Kami menyembelih sekitar 60.000 bebek setiap tahunnya, senilai lebih dari dua juta yuan (sekitar 4,3 miliar rupiah)," ujar Lai Wenyuan, yang mengelola pabrik bebek asin perasan.

Di sebuah desa di Lin'an, Hangzhou, halaman rumah Xi Qunying dipenuhi dengan makanan lezat yang dibumbui, termasuk bebek, sosis, dan daging yang diawetkan yang dijemur di bawah terpaan angin.

Xi menekankan bahwa bebek harus dikeringkan selama beberapa hari, memanfaatkan angin dan sinar matahari yang cukup, untuk mendapatkan rasa yang diinginkan.

"Selama proses pengeringan, bebek harus terus diputar untuk memastikan pengeringan yang merata di seluruh bagian bebek. Idealnya, bebek-bebek tersebut harus dijemur selama dua hingga tiga hari sebelum ditempatkan di dalam ruangan untuk menyelesaikan proses pengeringan," kata Xi.

Bagi penduduk desa setempat, hidangan ini lebih dari sekadar makanan lezat. Makanan ini mewakili dedikasi masyarakat untuk melestarikan cita rasa tradisional Tahun Baru, warisan budaya, dan kenangan indah kampung halaman mereka.

"Setiap tahun, mulai dari awal musim dingin, kami membuat daging babi yang diawetkan, dan sosis serta bebek yang dibumbui karena hal ini sudah berakar kuat pada adat istiadat tradisional setempat. Hal ini juga memungkinkan kami untuk memanjakan para tamu dengan cita rasa masakan tradisional kami," ujar Xi.