Beijing, Bharata Online - Gagasan dan tindakan Tiongkok semakin beresonansi dengan komunitas internasional, dengan Inisiatif Tata Kelola Global (Global Governance Initiative/GGI) yang didukung oleh hampir 160 negara dan organisasi internasional, menurut sebuah buku putih yang dirilis oleh Kantor Informasi Dewan Negara pada hari Rabu (17/6).

Alasan di balik hal ini terletak pada kenyataan bahwa Tiongkok memahami bagaimana memenuhi tuntutan zaman dan membentuk tren masa kini, menurut buku putih berjudul "Tata Kelola Global yang Lebih Adil dan Merata: Prinsip, Usulan, dan Tindakan Tiongkok".

Buku putih tersebut mengatakan bahwa dunia multipolar yang setara dan tertib serta globalisasi ekonomi yang bermanfaat dan inklusif secara universal adalah tren zaman, dan multilateralisme sejati adalah satu-satunya jalan ke depan.

GGI, meskipun berakar di Tiongkok, bermanfaat bagi dunia, demikian penekanannya.

Tiongkok telah mengajukan serangkaian gagasan dan usulan baru yang menjunjung tinggi nilai-nilai bersama dan tindakan bersama, menanggapi aspirasi bersama komunitas internasional dan mengatasi isu-isu paling mendesak dalam tata kelola global.

"GGI, sejak awal pembentukannya, telah menerima tanggapan yang luas dan positif dari komunitas internasional. Hingga saat ini, GGI telah disambut dan didukung oleh hampir 160 negara dan organisasi internasional, dengan lebih dari 60 negara telah aktif bergabung dengan 'Kelompok Sahabat Tata Kelola Global'. Dengan demikian, GGI telah berkembang dari inisiatif Tiongkok menjadi praktik internasional, yang semakin menunjukkan vitalitasnya yang kuat," ujar Wang Yi, Menteri Luar Negeri Tiongkok dan Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, ketika menjelaskan isi buku putih tersebut pada konferensi pers di Beijing.

Dengan menjunjung tinggi tradisi diplomatiknya yang kaya dan mengambil kekuatan dari budaya tradisional yang baik, Tiongkok maju dan memimpin zaman sambil tetap berkomitmen pada tindakan, demikian ditunjukkan dalam buku putih tersebut.

Tiongkok telah mengadopsi serangkaian inisiatif untuk menghadapi berbagai risiko dan tantangan global, terus memperkaya praktik tata kelola global.

Dengan menyediakan solusi sistematis, empat inisiatif global utama Tiongkok berjalan paralel dengan fokus pada domain yang berbeda dan membentuk kerangka kerja aksi lengkap yang mendorong kemakmuran melalui pembangunan, memastikan stabilitas melalui keamanan, meningkatkan saling percaya melalui pertukaran antar peradaban, dan mencari keadilan melalui tata kelola, demikian catatan dalam buku putih tersebut.

Dengan mengusulkan GGI dan serangkaian ide dan pendekatan baru, Tiongkok telah memperdalam pemahamannya tentang hukum yang mengatur perkembangan masyarakat manusia, melepaskan diri dari kerangka kerja "inti-periferi" yang sudah usang dari tatanan internasional lama, melampaui logika yang salah bahwa "kekuatanlah yang menentukan kebenaran", meninggalkan mentalitas zero-sum "pemenang mengambil semuanya", dan mendorong kemajuan peradaban politik manusia, kata buku putih tersebut.