BEIJING, Bharata Online - Tiongkok resmi merilis pedoman baru untuk memperkuat pendidikan sains dan teknologi di sekolah dasar dan menengah.  Langkah ini bertujuan membangun fondasi kuat bagi generasi muda agar mampu menjadi talenta unggul di bidang sains dan teknologi dua sektor kunci yang mendukung kemandirian dan kekuatan negara.

Target Besar 2030–2035

Menurut pedoman yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan (MOE) bersama sejumlah lembaga lainnya:

1. Pada 2030, sistem pendidikan sains dan teknologi untuk sekolah dasar dan menengah ditargetkan sebagian besar telah terbentuk.

2. Pada 2035, ekosistem pendidikan sci-tech yang lengkap diharapkan terbentuk sepenuhnya, sehingga mendorong Tiongkok menjadi negara terdepan dalam bidang pendidikan dan inovasi teknologi.

Mengasah Minat dan Kreativitas Sejak Dini

Tian Zuyin, pejabat MOE yang menangani pendidikan dasar, menegaskan bahwa masa sekolah dasar dan menengah merupakan fase emas untuk menumbuhkan minat siswa terhadap sains, kreativitas, serta kemampuan praktik.

Upaya Tiongkok selama beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Sejak 2022, lebih dari 14.000 sekolah telah bekerja sama dengan museum sains dan teknologi untuk mengadakan 48.000 aktivitas imersif dan interaktif yang membuat sains lebih dekat dengan anak-anak.

Wakil Presiden Universitas Tongji, Xu Xuejun, menekankan bahwa penguatan kemampuan sci-tech sejak SD sangat penting untuk menemukan calon ilmuwan dan insinyur masa depan.

Enam Fokus Utama dalam Pedoman Baru

Pedoman ini mengusung enam tugas besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, di antaranya:

1. Reformasi metode pengajaran agar lebih menarik dan aplikatif

2. Penguatan pembelajaran lintas disiplin

3. Pembangunan tenaga pengajar yang lebih kompeten di bidang sci-tech

Rekomendasi ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok, yang menargetkan kemandirian lebih besar dalam sains dan teknologi serta sinergi antara pendidikan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.  [Bolong.id]