Beijing, Radio Bharata Online - Data resmi menunjukkan pada hari Kamis (27/6) bahwa total profit perusahaan-perusahaan industri besar di Tiongkok meningkat 3,4 persen dari tahun ke tahun dalam lima bulan pertama tahun ini.
Menurut Biro Statistik Nasional atau National Bureau of Statistics (NBS) Tiongkok, tingkat pertumbuhan menyempit dari kenaikan 4,3 persen yang tercatat di empat bulan pertama tahun ini.
Perusahaan-perusahaan industri dengan pendapatan bisnis utama tahunan setidaknya 20 juta yuan (sekitar 45 miliar rupiah) melihat keuntungan gabungan mereka mencapai 2,75 triliun yuan (sekitar 6.212 triliun rupiah) selama periode Januari-Mei 2024.
Di antara 41 kategori industri yang dipantau oleh biro tersebut, 32 di antaranya mencatat pertumbuhan laba.
"Kebijakan baru telah dikeluarkan baru-baru ini yang bertujuan untuk mengurangi biaya dan memperbarui peralatan berskala besar di area-area utama. Dengan penerapan berbagai kebijakan gabungan dan efek yang terus menerus, berbagai departemen, wilayah, dan sektor telah melakukan upaya bersama untuk menciptakan lingkungan pengembangan yang menguntungkan bagi bisnis. Upaya-upaya ini juga telah mendorong perusahaan untuk terus memanfaatkan potensi internal mereka dan meningkatkan vitalitas dan daya saing mereka," kata Chen Xi, seorang peneliti madya di Akademi Penelitian Ekonomi Makro Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional.
Pada periode Januari-Mei 2024, total keuntungan perusahaan saham gabungan meningkat satu persen menjadi 2,05 triliun yuan (sekitar 4.630 triliun rupiah). Keuntungan perusahaan yang diinvestasikan oleh investor asing serta investor Hong Kong, Makau dan Taiwan mencapai 682,78 miliar yuan (sekitar 1.542 triliun rupiah), melonjak 12,6 persen dari tahun ke tahun. Keuntungan perusahaan-perusahaan swasta tumbuh 7,6 persen dari tahun ke tahun menjadi 732,93 miliar yuan (sekitar 1.656 triliun rupiah).
Dalam lima bulan pertama, total keuntungan industri manufaktur naik 6,3 persen tahun ke tahun menjadi 1,93 triliun yuan (sekitar 4.360 triliun yuan), sementara sektor produksi dan pasokan listrik, panas, gas, dan air merealisasikan total keuntungan 323,36 miliar yuan (sekitar 730 triliun rupiah), naik 29,5 persen tahun ke tahun. Industri pertambangan merealisasikan total keuntungan 502,45 miliar yuan (sekitar 1.135 triliun rupiah), turun 16,2 persen dari tahun ke tahun.
Keuntungan sektor manufaktur peralatan Tiongkok juga terus meningkat pesat pada periode Januari-Mei 2024. NBS mengatakan keuntungan gabungan dari sektor ini naik 11,5 persen dari tahun ke tahun.
Menurut NBS, lonjakan tersebut menyumbang 3,6 poin persentase pada pertumbuhan keseluruhan laba industri negara ini, menjadikan sektor manufaktur peralatan sebagai kontributor terbesar.
Pada periode ini, pendapatan operasional perusahaan industri di atas ukuran yang ditetapkan tercatat 53,03 triliun yuan (sekitar 120 ribu triliun rupiah), naik 2,9 persen dari tahun ke tahun, dengan margin keuntungan naik 0,02 poin persentase mencapai 5,19 persen.