Edinburgh, Bharata Online - Beragam interpretasi kreatif mengenai budaya Tiongkok memeriahkan Edinburgh Festival Fringe di ibu kota Skotlandia, tempat hampir empat juta orang berkumpul untuk menikmati pesta budaya tersebut.
Pekan Budaya Tiongkok dalam festival ini, yang mengusung tema "Echoes of Love" (Gema Cinta), menampilkan 11 pertunjukan yang menyoroti seni, warisan, dan inovasi Tiongkok.
Beberapa sajian utamanya meliputi pertunjukan sulap yang menghidupkan kembali ilusi Tiongkok kuno, pertunjukan tari jalanan yang memadukan mitos epik Tiongkok dengan energi hip-hop, serta sebuah petualangan yang merayakan warisan budaya Sichuan melalui seni wayang dan kerajinan tradisional.
Yi Tang adalah sutradara drama Wukong and Kong, sebuah penceritaan ulang yang jenaka dari novel klasik Tiongkok Journey to the West (Perjalanan ke Barat), yang memadukan mitologi kuno dengan kehidupan sehari-hari. Baginya, menghadirkan acara ini bagi penonton di festival fringe terbesar di dunia merupakan kesempatan untuk berbagi pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya Tiongkok kepada dunia.
"Mereka semua mengenal Tiongkok, namun tidak benar-benar memahami budaya Tiongkok. Oleh karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan budaya Tiongkok yang sesungguhnya melalui pertunjukan kami," ujarnya.
Bagi Meghan Winstanley dan Amy, bintang pertunjukan musikal bertema perpaduan Timur dan Barat berjudul The Silk Road (Kinda), persahabatan mereka mencerminkan hubungan lintas budaya yang ingin dibangun melalui Pekan Budaya ini.
"Bersahabat dengan Amy sungguh menyenangkan; saya bisa melihat berbagai aspek budayanya dan dia sangat terbuka untuk berbagi semuanya dengan saya—mulai dari makanan hingga mode. Segala hal tentang budayamu sungguh memukau dan indah," kata Winstanley.
"Betapapun berbedanya budaya kita, tetap ada keindahan dalam kesamaan nilai kemanusiaan yang bisa kita rangkul, dan saya ingin menyampaikan hal itu melalui pertunjukan saya," ujar Amy.
Winnie Wen, salah satu penyelenggara Pekan Budaya Tiongkok, mengatakan bahwa seni bercerita yang ditampilkan di panggung membantu menjembatani kesenjangan budaya.
"Menurut saya, orang-orang menyukai cerita. Ketika ada cerita yang bisa mereka pelajari dan pahami, hambatan—bahkan kendala bahasa—pun sirna. Anda bisa memahami bahasa tubuh; misalnya, penyajian teh dengan cara tertentu bisa bermakna bahwa semua orang mengerti atau semua orang dipersilakan untuk datang dan menikmatinya," tuturnya.
Selain pertunjukan panggung, Pekan Budaya Tiongkok juga menawarkan pengalaman langsung bagi pengunjung mengenai adat istiadat Tiongkok, seperti budaya minum teh, kerajinan tangan, dan permainan tradisional mahjong.
Festival budaya tahunan di Edinburgh, yang mencakup serangkaian acara seperti Edinburgh International Festival, Edinburgh Festival Fringe, dan Royal Edinburgh Military Tattoo, telah dimulai pada tanggal 7 Agustus tahun ini.