Beijing, Bharata Online - Mantan Perdana Menteri Kanada, Jean Chretien, mengatakan bahwa Tiongkok dan Kanada saling melengkapi dalam sumber daya mereka dan kedua negara dapat memanfaatkan potensi penuh kerja sama yang saling menguntungkan untuk kebaikan bersama.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara eksklusif dengan China Media Group (CMG) di Beijing menjelang kunjungan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, ke Tiongkok.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengumumkan pada hari Senin (12/1) bahwa Carney akan melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok dari tanggal 14 hingga 17 Januari 2026.

"Saya berharap kunjungan perdana menteri Kanada ini akan menjadi babak baru dalam hubungan antara Kanada dan Tiongkok. Dan karena kekacauan yang diciptakan oleh presiden Amerika Serikat, kami mencari cara untuk mendiversifikasi ekonomi kami dengan negara lain. Dan menurut penilaian saya, Tiongkok dan Kanada saling melengkapi. Anda memiliki sumber daya manusia, kami memiliki lahan, kami memiliki sumber daya, dan kami juga memiliki beberapa orang. Jadi, kita dapat saling membantu untuk tumbuh dalam perdamaian dan kemakmuran," ujarnya.

Mengenai cara menyelesaikan perbedaan, Chretien mengatakan dialog selalu merupakan jalan keluar terbaik.

"Saya percaya pada dialog. Jika kita memiliki perbedaan pendapat, kita harus membicarakannya. Tetapi pada akhirnya, setiap negara adalah negara berdaulat. Jadi, kita juga harus menghormatinya. Merupakan keputusan internal rakyat Tiongkok untuk menentukan masa depan Tiongkok, seperti halnya rakyat Kanada yang menentukan masa depan Kanada," katanya.