Changchun, Bharata Online - Konferensi Otomotif Tiongkok-Jerman kesembilan resmi dibuka pada hari Rabu (12/11) di Provinsi Jilin, Tiongkok timur laut, dengan lebih dari 400 perwakilan industri dari dalam dan luar negeri berkumpul untuk mengeksplorasi tren baru dalam industri otomotif global dan membahas peluang kerja sama.

Para peserta berkumpul di Changchun, ibu kota provinsi Jilin yang dikenal sebagai pusat industri otomotif Tiongkok.

Dengan pergeseran global menuju kendaraan cerdas, terelektrifikasi, dan ramah lingkungan yang sedang berlangsung, seorang legislator Jerman yang hadir menekankan bahwa tren ini membuka jalan baru bagi kolaborasi Tiongkok-Jerman.

"Dalam perkembangan (industry) otomotif Tiongkok dan Jerman, (yang) baru adalah kendaraan otonom, mobil berbasis internet, elektrifikasi, tentu saja, digitalisasi, mungkin mobil dengan AI. Ini adalah era baru. Ini memberi kita dasar yang baik untuk kerja sama di tahun-tahun mendatang," kata Hans-Peter Friedrich, Mantan Wakil Presiden Bundestag Jerman dan Ketua Kelompok Parlemen Jerman-Tiongkok.

Walter Jansen, yang mengepalai Divisi Penjualan dan Pengembangan Bisnis di Advectus Solutions Germany GmbH, menekankan bahwa konsumen mencari "spektrum penuh" kemungkinan yang ditawarkan AI.

"Perjalanan pelanggan hanya memuaskan jika seluruh pengalaman mudah bagi pelanggan, dan itu dapat didukung oleh AI. Kami menggunakan beberapa AI dari Tiongkok, tetapi kami juga memiliki AI yang sangat baik di Jerman, jadi itu peluang kerja sama lainnya," ujar Walter Jansen, Eksekutif Senior di Perusahaan Teknologi Advectus Solutions Germany GmbH.

Yang lain menunjukkan bahwa teknologi otomotif cerdas kini menjadi elemen kompetitif utama dalam industri tersebut, dan Tiongkok serta pasar-pasar di belahan bumi selatan berpotensi menjadi satu-satunya pasar yang tersisa untuk mendorong penjualan kendaraan hingga tahun 2040.

"Perusahaan-perusahaan Tiongkok telah menunjukkan kemampuan terdepan secara global di bidang-bidang seperti teknologi kemudi otonom dan kokpit cerdas, mulai dari penelitian dan pengembangan hingga produksi massal -- serta dalam ekspansi pasar global," tutur Ron Zheng, Mitra Senior di Roland Berger, sebuah perusahaan konsultan global.

Konferensi ini juga menampilkan tiga sesi tematik tentang pencocokan proyek investasi Tiongkok-Jerman, peluang ekspansi global rantai industri otomotif Tiongkok, dan peran digitalisasi dalam membangun ekosistem industri otomotif.

Sebagai pusat penting kerja sama otomotif Tiongkok-Jerman, Provinsi Jilin telah menyaksikan ekspansi kemitraan ini secara konsisten. Provinsi ini menjadi basis utama bagi FAW-Volkswagen, sebuah perusahaan patungan yang didirikan pada tahun 1991 antara China FAW Group Co., Ltd. dan produsen mobil Jerman, Volkswagen.

Pada akhir Oktober 2025, perusahaan yang berkantor pusat di Changchun ini merayakan tonggak sejarah dengan peluncuran mobil ke-30 juta yang diproduksi di Tiongkok dari jalur perakitan di pabriknya di kota tersebut.

Dari awalnya memproduksi satu model Jetta dengan satu merek, FAW-Volkswagen telah memperluas portofolionya menjadi 33 model kendaraan berbahan bakar dan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), yang mencerminkan evolusi kerja sama otomotif bilateral dari pengenalan teknologi dan produksi dasar hingga penelitian dan pengembangan bersama serta ekosistem industri bersama.

Operasi perusahaan tersebut kini mencakup enam pabrik di lima kota di Tiongkok, yaitu Changchun, Chengdu, Foshan, Qingdao, dan Tianjin.

"FAW-Volkswagen akan meluncurkan empat model kendaraan energi baru yang dikembangkan menggunakan CSP (China Scalable Platform) terbaru milik VW Group di pabrik Changchun, dan kami berencana untuk memasarkannya satu per satu pada tahun 2027. Saat itu, pabrik Changchun akan membentuk portofolio produk yang mencakup kendaraan bertenaga bahan bakar pintar kelas atas, serta model hibrida dan listrik murni yang sepenuhnya baru," ujar Sun Zhiguo, Direktur Perencanaan FAW-Volkswagen Automotive.