Beijing, Bharata Online - Kementerian Perdagangan Tiongkok menegaskan pada hari Kamis (27/11) bahwa Tiongkok akan memperluas akses pasar bagi investasi asing dengan fokus pada sektor jasa, dan akan memprioritaskan promosi pelaksanaan proyek percontohan keterbukaan di bidang-bidang seperti telekomunikasi dan kesehatan.

Berbicara dalam konferensi pers di Beijing, He Yongqian, Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, menyoroti upaya keterbukaan dalam tiga aspek.

"Pertama, Tiongkok akan memperluas akses pasar bagi investasi asing. Kami akan memperluas akses pasar dan membuka lebih banyak bidang, dengan fokus pada sektor jasa, termasuk memajukan program percontohan pembukaan di bidang-bidang seperti telekomunikasi dan kesehatan. Kementerian akan berupaya memastikan akses pasar dan hak operasional bisnis bagi investor asing di sektor-sektor yang telah dibuka, dan membantu perusahaan-perusahaan dengan investasi asing mengatasi tantangan-tantangan spesifik terkait akses pasar," ujarnya.

"Kedua, Tiongkok akan terus meningkatkan layanan bagi investasi asing. Kami akan memperdalam reformasi sistem dan mekanisme promosi investasi asing, memanfaatkan peran mekanisme kerja promosi investasi multilateral dan bilateral, serta memperkuat fungsi daya tarik investasi di kawasan pengembangan ekonomi dan teknologi nasional, kawasan perdagangan bebas, dan proyek percontohan komprehensif nasional untuk memperluas keterbukaan sektor jasa, guna menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan yang didanai asing untuk berinvestasi di Tiongkok," lanjut He.

"Dan ketiga, Tiongkok akan terus meningkatkan lingkungan investasi asing secara keseluruhan. Kami akan berupaya keras mensponsori diskusi meja bundar dengan perusahaan-perusahaan yang didanai asing, mengubah 'daftar kebutuhan' perusahaan menjadi 'daftar layanan' pemerintah. Dengan berfokus pada isu-isu utama yang menjadi perhatian perusahaan-perusahaan yang didanai asing, seperti akses ke faktor-faktor produksi esensial, perizinan kualifikasi, penetapan standar, dan pengadaan pemerintah, kami akan terus meningkatkan sistem layanan dan jaminan bagi investasi asing, serta sepenuhnya menerapkan kebijakan perluasan perlakuan nasional kepada investor asing, untuk terus menciptakan lingkungan bisnis kelas satu yang berorientasi pasar, berbasis hukum, dan terinternasionalisasi," jelasnya.