Beijing, Bharata Online - Lebih dari 1.000 tambang batu bara di Tiongkok telah mengadopsi sistem cerdas, seiring dengan perluasan penerapannya dari proyek percontohan hingga penerapan skala besar, demikian pernyataan Asosiasi Batu Bara Nasional Tiongkok baru-baru ini.

Statistik menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2025, total 1.066 tambang batu bara di seluruh Tiongkok telah memperkenalkan sistem cerdas, dengan teknologi tersebut kini mendukung lebih dari 65 persen kapasitas produksi batubara negara. Jumlah truk tambang otonom yang beroperasi telah melampaui 4.000 unit, meningkat hampir dua kali lipat setiap tahunnya.

Adopsi penambangan cerdas yang cepat didorong oleh kemampuan domestik yang kuat dalam peralatan dan teknologi cerdas. Di Beijing, sistem penentuan posisi dan manajemen presisi Internet of Things (IoT) bawah tanah yang baru diterapkan menghubungkan pekerja, kartu posisi, dan zona operasi, sekaligus memungkinkan pemantauan kesehatan. Teknologi dan komponen intinya sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri dan telah diterapkan di tambang batu bara dan pabrik pengolahan batu bara.

"Sistem penentuan posisi bawah tanah yang telah kami kembangkan ini memiliki deviasi posisi kurang dari 20 sentimeter ketika seseorang atau perangkat dalam keadaan diam. Bahkan ketika seseorang atau perangkat bergerak dengan kecepatan tinggi, margin kesalahan tetap minimal. Satu perangkat dapat mencakup radius 800 meter," ujar Wu Fengdong, Manajer Umum China Coal Beijing Coal Mining Machinery Co., Ltd., anak perusahaan dari China National Coal Group Corporation milik negara.

Sejak dimulainya Rencana Lima Tahun ke-14 periode 2021–2025, investasi kumulatif dalam pertambangan cerdas telah melampaui 107,1 miliar yuan (sekitar 265 triliun rupiah), dengan teknologi cerdas yang kini diterapkan secara luas, mempercepat pergeseran dari pertambangan tradisional ke ekstraksi modern yang digerakkan oleh teknologi.