Tiongkok, Bharata Online - Roket pembawa Zhuque-2E Y6 (ZQ-2E Y6) milik Tiongkok berhasil diluncurkan pada hari Selasa (9/6) di barat laut Tiongkok, menandai dimulainya produksi massal model modifikasi tersebut, dengan peluncuran yang sering diharapkan setiap tahunnya.

ZQ-2E adalah versi modifikasi dari roket pembawa ZQ-2 yang dikembangkan sendiri oleh LandSpace, roket oksigen-metana cair pertama di dunia yang mencapai orbit, menandai tonggak sejarah dalam penggunaan propelan cair berbiaya rendah oleh Tiongkok untuk kendaraan peluncuran.

Roket tersebut lepas landas pada hari Selasa (9/6) pukul 16:23 (Waktu Beijing) dari zona percontohan inovasi ruang angkasa komersial Dongfeng.

Keluarga roket ZQ memiliki pembagian tugas yang jelas, dengan ZQ-2 berfungsi sebagai peluncur sekali pakai untuk muatan menengah dan ZQ-3 yang lebih besar ditugaskan untuk misi yang dapat digunakan kembali. ZQ-2E yang dimodifikasi kini telah memasuki produksi massal setelah mencapai kematangan teknologi.

"Secara keseluruhan, kondisi teknis pada dasarnya sudah final. Kami baru saja memulai produksi roket Y10, Y11, dan Y12, dan akan segera memulai produksi Y14, Y15, dan Y16. Target kami adalah enam hingga sepuluh peluncuran per tahun," ujar Shang Mingyou, Wakil Kepala Perancang Roket Pembawa ZQ-2E.

Seiring peningkatan produksi, ZQ-2E telah bergabung dengan jajaran kendaraan peluncuran nasional Tiongkok. Misi terbarunya membawa satelit Qianfan DTC-01 dan China Mobile-02, keduanya didedikasikan untuk membangun internet satelit negara tersebut.

"Akan ada permintaan besar di masa depan. Kami berharap dapat memberikan dorongan kuat untuk iterasi dan optimasi berkelanjutan dari satelit internet orbit rendah," kata Shang.