BEIJING, Bharata Online - Badan disiplin Partai Komunis Tiongkok (PKT), menyerukan penguatan upaya anti-korupsi selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).
Seruan tersebut disampaikan, dalam komunike yang diadopsi pada sidang pleno kelima, Komisi Pusat Disiplin PKT ke-20, yang diadakan dari Senin hingga Rabu di Beijing.
Xi Jinping, sekretaris jenderal Komite Sentral PKT, presiden Tiongkok dan ketua Komisi Militer Pusat, menghadiri sidang tersebut dan menyampaikan pidato penting.
Sidang tersebut, dengan suara bulat menyetujui untuk mengambil arahan dari pidato penting Xi, terus memperkuat pengawasan politik, dan tetap teguh dalam meningkatkan perilaku, menegakkan disiplin, dan memerangi korupsi.
Poin penting dalam sidang tersebut, bahwa pada tahun 2025, badan disiplin tertinggi menyelidiki, menghukum, dan secara terbuka mengungkap kasus-kasus pelanggaran disiplin yang umum, untuk lebih mempromosikan peningkatan perilaku kerja, dan mendorong praktik-praktik baru di seluruh Partai.
Upaya ditingkatkan untuk mengatasi korupsi di sektor-sektor kunci seperti keuangan, perusahaan milik negara, energi, pemadam kebakaran, tembakau, farmasi, pendidikan tinggi, dan olahraga.
Kampanye diperdalam untuk mengatasi pelanggaran dan korupsi yang terjadi di depan pintu masyarakat. Reformasi sistem inspeksi dan pengawasan disiplin, juga dimajukan secara lebih mendalam.
Sidang tersebut menekankan, bahwa seiring kemajuan Tiongkok memasuki periode Rencana Lima Tahun ke-15, PKT menghadapi keharusan baru dalam memajukan pemerintahan, dan harus mengambil langkah-langkah yang lebih tegas dan efektif, untuk memberantas korupsi.
Sidang tersebut juga mendesak peningkatan mekanisme jangka panjang, untuk menyempurnakan kode etik, sambil meningkatkan upaya untuk memerangi korupsi di sektor-sektor prioritas tinggi. Sidang tersebut lebih lanjut memerintahkan pengawasan dan hukuman yang ketat, terhadap kolusi antara pejabat dan pengusaha. (The State Council)