JAKARTA, Radio Bharata Online - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bakal mendorong ekspor durian ke Tiongkok.
Luhut menawarkannya ekspor durian, saat bertemu dengan Chairman of National Development and Reform Comission (NDRC) Zheng Shanjie di Beijing, pada hari Rabu (12/6).
Luhut mengatakan, Indonesia akan bekerja sama dengan NDRC untuk ekspor durian ke Tiongkok. Menurutnya, tim NDRC sendiri telah berkunjung ke Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah, yang memiliki potensi durian yang besar.
Setelah itu, Luhut akan bertemu dengan General Administration of Customs China (GACC) untuk mendorong impor protokol durian.
Lantas seberapa besar pasar durian di Tiongkok ?
Durian menjadi makanan baru yang populer di Tiongkok, dengan nilai lebih dari 1 triliun Dollar Amerika (16.349 kuadriliun Rupiah) dari keseluruhan industri pengolahan makanan di negara tersebut. Nilai ini sangat fantastis dan tidak bisa dianggap kecil, sehingga Indonesia yang kaya dengan buah-buahan tropis termasuk durian, sudah seharusnya bisa memasukkan durian ke Tiongkok.
Di Tiongkok durian dijual dengan harga sekitar 70 yuan hingga 200 yuan, atau sekitar 157 ribuan Rupiah, hingga 400 ribuan Rupiah per buah, tanpa kulit. Beberapa penjual di Tiongkok juga menjual berbagai olahan durian, seperti kue, teh, kopi, dan makanan rebusan panas. Makanan olahan dari durian, populer terutama di kalangan anak muda, sehingga harganya semakin hari semakin mahal.
Bea Cukai Tiongkok mencatat, 95 persen durian impor yang masuk ke negara tersebut berasal dari Thailand pada 2022. Namun di tengah meningkatnya persaingan, presentasi durian impor Thailand turun menjadi 65 persen pada tahun lalu.
Sementara itu, ekspor durian Vietnam ke Tiongkok mencapai 45 ribu ton pada kuartal pertama tahun ini. Jumlah tersebut lebih banyak dari durian Thailand yang hanya 27 ribu ton. (CNN)