BEIJING, Radio Bharata Online - Kelompok kapal induk Shandong Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA), baru-baru ini mengadakan serangkaian latihan konfrontasi di Laut Tiongkok Selatan, pada saat kelompok kapal induk penyerang AS telah memasuki wilayah tersebut.
Analis mengatakan pada hari Minggu, bahwa kapal induk Tiongkok secara praktis telah meningkatkan kesiapan tempurnya, sementara kapal induk AS hanya menimbulkan ketegangan dan memiliki kepentingan militer yang terbatas.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Angkatan Laut PLA menyebutkan, terdiri dari beberapa jenis kapal perang dan lusinan pesawat tempur, kelompok kapal induk Shandong melakukan latihan konfrontasi berorientasi pertempuran realistis di Laut Tiongkok Selatan. Latihan itu mensimulasikan serangan pesawat musuh, lepas landas jet tempur J-15 dari Shandong, dan melakukan pelatihan intersepsi.
Selama latihan, kelompok kapal induk juga mempraktikkan serangan dan pertahanan multidimensi lintas-layanan di permukaan, di udara dan di bawah air, dengan pilot J-15 baru yang disertifikasi untuk kemampuan operasional malam hari. Hal ini menandai langkah besar lainnya menuju pembentukan kemampuan tempur yang sistematis.
Foto-foto yang dilampirkan pada pernyataan itu menunjukkan bahwa jet tempur J-15 terparkir di dek penerbangan Shandong, sebuah indikasi bahwa Shandong dilengkapi dengan jumlah pesawat yang cukup.
Kelompok kapal induk Shandong melakukan sorti pesawat tempur malam hari yang menantang, dan latihan tempur di bawah pengaturan taktis yang realistis, menunjukkan bahwa kapal yang dibangun di dalam negeri, telah mencapai kemampuan operasional tingkat tinggi setelah ditugaskan pada Desember 2019.
Song Zhongping, pakar militer dan komentator TV Tiongkok kepada Global Times pada hari Minggu mengatakan, berkat pengalaman yang dikumpulkan dari kapal induk pertama Angkatan Laut PLA, Liaoning, Shandong telah mencapai kemampuan operasional dengan cepat dengan prosedur standar penuh.
Menurut Song, dengan berlatih di Laut Tiongkok Selatan, sebuah lokasi di mana lingkungan maritim lebih rumit, Shandong menunjukkan kemampuannya di tengah situasi yang menantang.
Sebelumnya, pada hari Kamis (12/01), Angkatan Laut AS mengumumkan bahwa kapal induk Nimitz mulai beroperasi di Laut Tiongkok Selatan, dengan dua kapal Tiongkok membuntuti, sebagaimana laporan CNN pada hari itu.
Mencoba mengancam, aktivitas kapal induk AS di Laut Tiongkok Selatan itu sebenarnya memiliki kepentingan militer yang terbatas, dan hanya akan menimbulkan ketegangan di kawasan.
Skenario permainan perang baru-baru ini yang dijalankan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington, menunjukkan bahwa AS akan kehilangan kapal induknya jika mereka ikut campur dalam kemungkinan konflik di Selat Taiwan. (Global Times)