Guangdong, Radio Bharata Online - Para pembuat perahu naga Tiongkok berlomba memenuhi pesanan menjelang hari libur.  Mereka berpacu dengan waktu untuk memenuhi pesanan menjelang Festival Perahu Naga mendatang pada akhir bulan.

Balap perahu naga sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu, dan merupakan tradisi untuk menghormati penyair patriotik Tiongkok kuno, Qu Yuan. Aktivitas kelompok populer yang melibatkan 20 pendayung dan seorang penabuh genderang tersebut mengalami kebangkitan tahun ini sejak tindakan pencegahan Covid-19 dikurangi. 

Fenomena kebangkitan itu membuat beberapa pembuat perahu naga merasa tenggelam di bawah lautan pesanan. Seorang pembuat perahu naga di Kota Dongguan di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan mengatakan bahwa mereka harus bekerja lembur untuk mengamankan pengiriman tepat waktu.

"Kami menerima lebih dari 20 pesanan tahun ini. Kami terlalu sibuk untuk menerima pesanan lagi. Kami harus bekerja hingga larut malam," ungkap Huo Wobiao, seorang pengrajin perahu naga.

Huo Wopei, pembuat perahu naga lainnya mengatakan selain pelanggan biasa, mereka melihat peningkatan klien baru. "Banyak tempat yang berencana mengadakan lomba perahu naga tahun ini, jadi kami melihat peningkatan pesanan," ujarnya.

Perahu naga masing-masing dijual antara 50.000 dan 100.000 yuan, tergantung ukuran dan bahannya. Menurut salah satu catatan populer, orang-orang berlomba ke tengah sungai dengan perahu untuk mencoba menyelamatkan penyair Qu Yuan yang melemparkan dirinya ke Sungai Milo di Tiongkok tengah, 

Kisah itulah yang memberi jalan ke Festival Perahu Naga. Festival ini jatuh pada tanggal 22 Juni tahun ini.