Bharata Online - Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menolak klaim Presiden AS Donald Trump, bahwa AS membutuhkan Greenland, dan bahwa wilayah itu "diliputi" kapal-kapal Tiongkok, seperti yang dilaporkan Reuters pada hari Rabu.
Seorang pakar Tiongkok mengatakan bahwa Washington tidak dapat menutupi perilaku hegemoniknya dengan menjelek-jelekkan Tiongkok.
Rasmussen menolak pernyataan Trump sebelumnya, bahwa Denmark tidak mampu melindungi Greenland, seperti yang dilaporkan Reuters.
Tiongkok juga membantah klaim tersebut. Pada hari Senin, menanggapi klaim Donald Trump bahwa AS membutuhkan Greenland, dan salah satu alasan yang diberikannya adalah karena Greenland "dipenuhi kapal-kapal Tiongkok," juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengatakan bahwa "Beijing mendesak AS untuk berhenti menggunakan apa yang disebut 'ancaman Tiongkok', sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi."
Dong Yifan, seorang peneliti rekanan di Akademi Sabuk dan Jalan Universitas Bahasa dan Budaya Beijing, kepada Global Times pada hari Rabu mengatakan, langkah AS yang menargetkan Greenland, pada dasarnya merupakan ancaman penjarahan dan pemaksaan yang terang-terangan. Namun, AS telah mencoba membalikkan keadaan, dengan mengalihkan opini publik ke arah Tiongkok, yang merupakan bentuk manipulasi opini public, yang sudah lama digunakan oleh Washington.
The Guardian melaporkan, para pemimpin Eropa juga secara dramatis bersatu mendukung Denmark dan Greenland.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta para pemimpin Italia, Spanyol, dan Polandia.
Sementara itu menurut CNN, Gedung Putih mengatakan pada hari Selasa bahwa Trump sedang "membahas berbagai opsi" untuk mengakuisisi Greenland, dan menegaskan bahwa penggunaan militer AS bukanlah hal yang mustahil. (Global Times)