Pu'er, Radio Bharata Online - Pameran Kopi Internasional Tiongkok (Pu'er) yang berlangsung selama tiga hari telah berakhir pada hari Minggu (7/1) di Kota Pu'er, Provinsi Yunnan, barat daya Tiongkok.

Pameran ini telah menarik lebih dari 200 perusahaan dan lebih dari 100 barista dari seluruh dunia untuk memamerkan produk kopi dan keahlian mereka dalam meracik kopi.

Acara ini juga mengadakan beberapa kegiatan sampingan, seperti forum dan kejuaraan barista, yang memungkinkan para pelaku industri dan pengunjung untuk melihat sekilas perkembangan sektor ini.

Sebuah robot yang mengadopsi teknologi 5G dan AI untuk membuat kopi tuang telah menarik perhatian para pengunjung. Peserta pameran, Li Yingfang, mengatakan bahwa ia berharap teknologi terbaru ini dapat memberdayakan perkembangan industri kopi lokal.

"Kami menggunakan jaringan 5G untuk transmisi data dan kontrol seluruh proses operasi. Kami juga memperkenalkan program AI sehingga robot dapat menyelesaikan seluruh proses pour-over coffee, mulai dari memilih biji kopi, menggiling, mengukus, menyeduh, hingga membersihkannya," ujarnya.

Seiring dengan berkembangnya industri kopi di Yunnan, semakin banyak wisatawan yang mengunjungi perkebunan kopi dan merasakan pengalaman memetik dan memproses biji kopi sendiri.

"Saya merasa ini sangat baru. Saya belum pernah melihat biji kopi seperti ini sebelumnya," ujar seorang wisatawan dari Provinsi Sichuan.

"Dari pemetikan hingga pengeringan, dibutuhkan banyak prosedur untuk menyelesaikannya," kata seorang turis dari Beijing.

Provinsi Yunnan adalah daerah penghasil kopi terbesar di Tiongkok, memproduksi lebih dari 114.000 ton biji kopi mentah di lahan seluas 1,27 juta mu (sekitar 84.667 hektar) setiap tahunnya dan menghasilkan nilai produksi sebesar 41,8 miliar yuan (sekitar 90,6 triliun rupiah) setiap tahunnya.

Area penanaman kopi dan produksi biji kopi di Yunnan mencapai lebih dari 98 persen dari seluruh negeri.