Beijing, Bharata Online - Tingkat penetrasi pengguna 5G di Tiongkok melonjak dari 15 persen menjadi 83,9 persen selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), kata seorang pejabat dari Kantor Komisi Urusan Ruang Siber Pusat pada hari Kamis (25/12).
Wen Ruisong, Kepala Biro Pengembangan Informatika di bawah kantor tersebut, mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir, Tiongkok telah mempercepat pembangunan infrastruktur informasi yang cerdas dan terintegrasi, membangun jaringan komunikasi seluler dan broadband serat optik terbesar dan tercanggih di dunia.
"Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14, tingkat penetrasi pengguna 5G di Tiongkok meningkat dari 15 persen menjadi 83,9 persen, pengguna broadband gigabit meningkat dari 6,4 juta menjadi 239 juta, dan pengguna Internet of Things (IoT) seluler berkembang dari 1,136 miliar menjadi 2,9 miliar. Kemajuan ini menandai percepatan yang jelas dalam pergeseran dari 'internet of everything' menuju 'koneksi cerdas dari segala hal'," ujar Wen.
Menurut Wen, infrastruktur jaringan Tiongkok terus ditingkatkan, dengan jumlah pengguna IPv6 aktif meningkat dari 462 juta menjadi 868 juta selama lima tahun. Sementara itu, kualitas dan skala infrastruktur komputasi Tiongkok juga mengalami peningkatan yang signifikan.
Wen mengatakan, Tiongkok kini mengoperasikan 12,5 juta rak standar di pusat daya komputasi aktif, dengan kapasitas komputasi cerdas mencapai 1.053 EFLOPS.