New Delhi, Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Qadir Nizamipour, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pada hari Senin (22/6) di New Delhi.

Selama pertemuan tersebut, Wang, yang juga Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan Direktur Kantor Komisi Pusat untuk Urusan Luar Negeri, mengatakan bahwa Tiongkok menyambut baik dimulainya konsultasi lanjutan—dengan bantuan Pakistan dan Qatar—antara Iran dan Amerika Serikat berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara kedua negara, serta konsensus yang dicapai mengenai mekanisme untuk fase negosiasi selanjutnya.

Ketentuan inti dari MoU 14 poin tersebut diperoleh dengan susah payah, kata Wang, seraya menambahkan bahwa pemeliharaan dan implementasi MoU secara efektif akan membantu mengkonsolidasikan situasi gencatan senjata yang telah diperoleh dengan susah payah, membuka prospek baru bagi hubungan Iran-AS, dan membantu membawa kembali perdamaian ke kawasan Timur Tengah.

Wang mencatat bahwa Tiongkok, sebagai mitra strategis komprehensif Iran, selalu mempertahankan posisi yang adil dan mendukung semua upaya yang kondusif bagi perdamaian, mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam meningkatkan hubungan dengan negara-negara Teluk dan negara-negara regional.

Tiongkok bersedia untuk terus memberikan bantuan dengan caranya sendiri dan memainkan peran konstruktif dalam memulihkan perdamaian dan ketenangan regional sesegera mungkin, tambahnya.

Tiongkok selalu memandang dan memajukan hubungan Tiongkok-Iran dari perspektif strategis dan jangka panjang, dan bersedia bekerja sama dengan Iran untuk meningkatkan pertukaran tingkat tinggi, memperkuat saling percaya politik, memperdalam kerja sama praktis, dan mendorong perkembangan hubungan bilateral yang stabil dan jangka panjang, kata Wang.

Nizamipour memberikan penjelasan tentang situasi terkini di Timur Tengah dan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Ia menyatakan harapan bahwa Tiongkok dapat terus memainkan peran penting dalam memfasilitasi implementasi efektif MoU tahap pertama antara Iran dan Amerika Serikat.

Nizamipour mengatakan, Iran selalu memberikan perhatian besar pada hubungannya dengan Tiongkok dan sangat menghargai peran positif yang telah dimainkan Tiongkok dalam urusan internasional dan regional. Ia juga menambahkan bahwa memperdalam kemitraan strategis yang komprehensif antara kedua negara adalah konsensus semua sektor di Iran.

Iran teguh berpegang pada prinsip Satu Tiongkok dan bersedia untuk lebih meningkatkan pertukaran di semua tingkatan dengan Tiongkok, memperkuat dukungan timbal balik, memanfaatkan potensi kerja sama, dan meningkatkan kolaborasi dalam kerangka kerja multilateral seperti BRICS untuk bersama-sama mengatasi tantangan bersama, kata Nizamipour.

Baik Wang maupun Nizamipour berada di New Delhi untuk menghadiri Pertemuan ke-16 Penasihat Keamanan Nasional BRICS dan Perwakilan Tinggi untuk Keamanan Nasional.