BEIJING, Radio Bharata Online - Memperlakukan “data” sebagai faktor produksi, adalah inovasi besar dalam teori pemerintahan Tiongkok.  Pemerintah Tiongkok saat ini sedang melakukan lebih banyak penelitian untuk mengerahkan sepenuhnya potensi ekonomi digital.

Liu Liehong, kepala Administrasi Data Nasional Tiongkok (NDA), dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu di Beijing mengatakan, jika ingin membangun pasar data digital yang lebih baik, Tiongkok harus mempercepat pembangunan infrastruktur informasi.  Menurut Liu pada sebuah forum di Beijing, banyak penyimpan data yang tidak mau menjual datanya, sebab setelah data dijual, mereka biasanya kehilangan kendali atas data tersebut, namun masih harus menghadapi konsekuensi keamanannya.

Liu mengatakan pemerintah sedang mencoba membangun sistem yang tepercaya untuk perdagangan data dengan teknologi, seperti komputasi aman multi-faktor dan blockchain. Dengan cara ini, pemasok data dapat memantau penggunaan data mereka dan meminimalkan risiko keamanan.

Liu juga berjanji untuk menyesuaikan kesenjangan pendapatan dalam perdagangan data dengan tepat, sehingga yang kuat tidak semakin kuat.

Mengenai keamanan data, Liu memahami risiko kebocoran informasi pribadi, rahasia dagang, dan bahkan rahasia nasional dalam perdagangan data, dan menyerukan semua pihak untuk bekerja sama, serta menemukan cara terbaik untuk mewujudkan keamanan data, sambil membatasi biaya keamanan data dalam skala yang wajar.

Tiongkok telah meluncurkan kampanye tiga tahun dari tahun 2024 hingga 2026, untuk mempromosikan penggunaan data sebagai faktor produksi, dalam lebih banyak skenario.  Ini diharapkan dapat menghasilkan efek berganda dalam meningkatkan perekonomian.

NDA diresmikan pada bulan Oktober 2023 sebagai bagian dari upaya Tiongkok untuk memajukan perencanaan dan pembangunan Tiongkok Digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Ia bertanggung jawab untuk mendorong pembangunan infrastruktur data, mengoordinasikan integrasi, berbagi, pengembangan, dan penerapan sumber daya data. (CGTN)