Beijing, Bharata Online - Lei Haichao, Kepala Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, mengatakan bahwa Tiongkok akan semakin memperluas layanan penitipan anak yang terjangkau dan meningkatkan akses terhadap layanan medis pediatrik sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi beban keluarga terkait kelahiran, pengasuhan, dan pendidikan anak.

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin (14/9) di Beijing, Lei mengatakan selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), Tiongkok akan terus mendorong integrasi layanan penitipan bayi dan anak, sembari mendorong masyarakat serta pemberi kerja untuk mendirikan fasilitas penitipan anak, ujar.

Menurutnya, langkah ini bertujuan agar warga dapat mengakses layanan penitipan anak dengan mudah di lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja mereka, serta dengan harga yang relatif terjangkau.

"Selama periode Rencana Lima Tahun ke-15, kami akan terus mendorong integrasi layanan penitipan bayi dan anak, mendukung masyarakat dan pemberi kerja dalam mendirikan lembaga layanan penitipan anak, serta memungkinkan warga mendapatkan layanan penitipan anak dengan mudah dan terjangkau. Kami akan meningkatkan tingkat partisipasi dalam layanan penitipan anak serta mengurangi biaya kelahiran, pengasuhan, dan pendidikan anak bagi keluarga," ujar Lei.

Terkait layanan medis pediatrik, Lei mengatakan bahwa tahun ini Tiongkok bertujuan untuk semakin memperkuat penyediaan layanan kesehatan di tingkat akar rumput.

"Tahun ini, target kami adalah menambah 1.000 pusat layanan kesehatan masyarakat dan pusat kesehatan tingkat kecamatan yang menyediakan layanan diagnosis dan pengobatan pediatrik, melanjutkan kemajuan yang dicapai tahun lalu. Diharapkan pada akhir tahun nanti, lebih dari 95 persen pusat kesehatan tingkat kecamatan dan pusat layanan kesehatan masyarakat akan mampu menyediakan layanan diagnosis dan pengobatan pediatrik. Selain itu, kami telah menugaskan dokter spesialis anak dari rumah sakit tingkat sekunder dan tersier untuk mendukung pusat kesehatan tingkat kecamatan dan pusat layanan kesehatan masyarakat serta bekerja di tingkat akar rumput. Saat ini, sekitar 3.100 dokter spesialis anak telah dikerahkan secara nasional, dan kami akan melanjutkan mekanisme ini dalam jangka panjang," jelas Lei.