JAKARTA, Bharata Online - Perusahaan rintisan asal Indonesia, HerLens, mengembangkan perangkat portabel berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas akses deteksi dini kanker serviks bagi perempuan, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan dan dokter spesialis.

Pendiri sekaligus CEO HerLens, Jihan Alfiyyah, mengatakan inovasi tersebut dirancang agar pemeriksaan awal kanker serviks dapat dilakukan oleh dokter umum dan bidan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Jihan menjelaskan bahwa luasnya wilayah Indonesia menjadi salah satu tantangan utama dalam pemerataan layanan deteksi dini kanker serviks. Menurutnya, banyak masyarakat di daerah hanya memiliki akses ke fasilitas kesehatan kecil yang belum dilengkapi peralatan laboratorium atau tenaga dokter spesialis. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan kanker serviks belum mudah dijangkau oleh seluruh perempuan Indonesia.

Melalui HerLens, pemeriksaan awal diharapkan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki tenaga dokter umum maupun bidan. Perangkat portabel tersebut dikembangkan agar layanan pemeriksaan tidak selalu bergantung pada fasilitas kesehatan dengan peralatan laboratorium yang lebih lengkap. Teknologi AI yang digunakan juga dirancang dapat bekerja secara daring dan terhubung dengan kamera telepon pintar.

Pengembangan HerLens dilatarbelakangi tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan  Indonesia menempati peringkat ketiga tertinggi di dunia untuk kasus kanker serviks. Setiap tahun, sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis menderita kanker serviks. Dari jumlah tersebut, sekitar 21.000 perempuan dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut setiap tahunnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir tiga dari lima perempuan yang didiagnosis kanker serviks meninggal dunia berdasarkan data yang dikemukakan. Kondisi itu menjadi salah satu alasan HerLens berupaya memperluas akses pemeriksaan awal bagi perempuan Indonesia.

HerLens mulai dikembangkan pada 2024 oleh tim mahasiswa lintas disiplin dari Universitas Indonesia (UI), termasuk Jihan yang merupakan lulusan Teknik Biomedik Fakultas Teknik UI. Perangkat tersebut masih dalam tahap pengembangan dengan memanfaatkan teknologi AI yang terintegrasi dengan kamera telepon pintar untuk membantu pemeriksaan awal kanker serviks.

Inovasi HerLens membawa Jihan Alfiyyah menjadi salah satu finalis asal Indonesia dalam kompetisi kewirausahaan sosial internasional The Unlock Her Future 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh The Bicester Collection, perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang ritel mewah dan pariwisata belanja. [sumber Pantau.com]