Beijing, Bharata Online - Tiongkok akan memanfaatkan sepenuhnya rencana dan kebijakan tata guna lahan nasional untuk memastikan manfaat pembaruan kota sampai kepada masyarakat, kata seorang pejabat dari Kementerian Sumber Daya Alam negara itu pada hari Senin (8/6) di Beijing.
Berbicara pada konferensi pers, Xie Haixia, Direktur Biro Perencanaan Tata Ruang Lahan Nasional di kementerian tersebut, mengatakan bahwa revitalisasi sumber daya lahan dan ruang yang ada merupakan tugas inti dari pembaruan kota.
"Kami akan menetapkan cetak biru terpadu untuk pengelolaan sumber daya alam dan perencanaan tata guna lahan untuk memperkuat penilaian sumber daya perkotaan yang ada. Cetak biru ini akan memungkinkan pengelolaan penuh sumber daya yang ada, memfasilitasi berbagi data antar departemen pemerintah, mengelola aset publik secara efektif, memanfaatkan sumber daya yang menganggur, dan sepenuhnya mendukung inisiatif pembaruan kota," ujarnya.
Kementerian akan mengintegrasikan perencanaan tata guna lahan dengan kebijakan lahan, dengan berpegang pada tiga prinsip utama -- kesejahteraan publik, penggunaan lahan yang intensif dan efisien, dan penghormatan terhadap hak milik -- sambil meningkatkan upaya untuk merevitalisasi lahan dan properti yang kurang dimanfaatkan, menurut para pejabat pada konferensi pers tersebut.
Mereka juga mencatat bahwa Tiongkok akan menyederhanakan prosedur perencanaan dan pengelolaan untuk mempercepat proyek-proyek kesejahteraan publik.
Sebagai contoh, untuk proyek pembaruan komunitas skala kecil seperti penambahan lift di kompleks perumahan lama, pembangunan taman lingkungan kecil, atau pendirian fasilitas penitipan anak komunitas, persetujuan izin perencanaan dapat disederhanakan atau bahkan ditiadakan sepenuhnya.
Para pejabat juga mencatat bahwa Tiongkok akan memperkenalkan kebijakan dukungan penggunaan lahan yang inovatif untuk memangkas biaya dan mengurangi tekanan keuangan pada proyek-proyek revitalisasi.