Guangzhou, Bharata Online - Pada ajang China Import and Export Fair (Pameran Impor dan Ekspor Tiongkok) ke-140, berbagai cendera mata bernuansa Tiongkok menarik minat besar dari para pembeli luar negeri. Ketertarikan ini muncul bukan hanya karena tampilannya yang indah, tetapi juga karena produk-produk tersebut bersifat praktis, mudah dibawa pulang, dan dapat digunakan kembali.
Acara yang lebih dikenal sebagai Canton Fair ini diselenggarakan di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan. Area pamerannya mencakup lebih dari setengah juta meter persegi dan menampung sekitar 11.000 eksportir, termasuk lebih dari 3.600 perusahaan unggulan, yang memamerkan lebih dari dua juta jenis produk.
Berbagai peralatan rumah tangga, furnitur, cendera mata, dan dekorasi rumah berkualitas menjadi sorotan utama pada fase kedua pameran yang baru saja berakhir. Di bagian cendera mata dan barang suvenir, produk-produk warisan budaya serta kotak hadiah kreatif bergaya Tiongkok menjadi daya tarik tersendiri.
Produk-produk yang dianyam dari serat bambu berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Produk ini dibuat menggunakan teknik anyaman bambu Daoming yang berasal dari Kota Daoming, Provinsi Sichuan, Tiongkok Barat Daya. Teknik tersebut telah diakui sebagai warisan budaya takbenda tingkat nasional.
Proses pembuatannya melibatkan lebih dari belasan tahapan, mulai dari mengikis lapisan luar bambu, membelah bambu, membagi potongan bambu menjadi serat-serat halus, hingga pewarnaan, sampai akhirnya serat bambu tersebut menjadi sehalus helai rambut.
Seorang perajin bernama Xu Jingbo mendemonstrasikan di stan pameran bagaimana serat-serat bambu tersebut dipilin dan dianyam menjadi karya seni yang indah serta barang-barang untuk kebutuhan sehari-hari. Seorang pembeli asal Aljazair, Mohamed Derid, sempat duduk bersama Xu untuk mempelajari keterampilan menganyam ini dan menyadari betapa sulitnya teknik tersebut.
"Pengalaman ini sungguh luar biasa. Ternyata tidak semudah kelihatannya," ujar Derid, seraya membandingkan hasil karyanya sendiri dengan karya Xu.
"Namun, hasilnya sangat indah dan menakjubkan. Produk ini memiliki potensi besar. Saya sangat menyukainya, sungguh bagus," tambahnya.
Kaitan antara anyaman bambu Daoming dan Canton Fair sudah terjalin sejak pameran ini pertama kali digelar. Dahulu, guru dari Xu Jingbo pernah membawa keranjang anyaman dan keranjang punggung untuk keperluan sehari-hari ke pameran tersebut. Kini, 70 tahun kemudian, Xu Jingbo kembali menghadirkan teknik ini ke Canton Fair, dengan sebagian besar produk yang dipamerkan berupa kerajinan tangan yang lebih rumit dan elegan, seperti liontin dan selongsong cangkir.
"Guru saya tahun ini berusia 93 tahun, dan beliau masih berusia 20-an tahun (saat menghadiri Canton Fair yang pertama). (Setelah itu), perusahaan kolektif desa kami mulai menerima pesanan dari pameran tersebut. Ini adalah kali kedua teknik anyaman bambu Daoming dipamerkan di Canton Fair. Kini, kami tidak hanya menjual produk-produk inovatif kami, tetapi yang lebih penting, kami berharap dapat menyebarluaskan budaya bambu Tiongkok ke seluruh dunia," ujar Bai.
Fase kedua pameran ini juga menampilkan banyak desain yang imajinatif. Sebuah kotak kue bulan yang kreatif dapat diubah menjadi mainan teleskop setelah kue bulannya habis disantap, sementara kotak hadiah lainnya dapat dibuka dan diubah menjadi lampion. Peserta pameran yang menghadirkan kotak-kotak ini, Marshallom Metal Manufacturer, telah memproduksi wadah berbahan logam (timah) selama bertahun-tahun dan mulai menyisipkan elemen-elemen khas Tiongkok ke dalam desain yang tetap fungsional bahkan setelah kemasannya dibuka.
"Saat merancang kotak hadiah ini, kami memprioritaskan konsep pelestarian lingkungan. Setelah pelanggan menggunakan produk tersebut, mereka tidak akan membuangnya, melainkan menyimpannya di rumah sebagai wadah penyimpanan. Selain itu, kami juga mengintegrasikan elemen-elemen khas Tiongkok ke dalam kotak tersebut," kata Yu Qin, Perwakilan dari Marshallom.
Produk-produk bernuansa Tiongkok ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga ramah lingkungan dan praktis. Produk-produk semacam ini semakin populer di pasar internasional.
Seorang pembeli asal Brasil merasa sangat terkesan dengan berbagai pilihan produk yang ada, hingga ia membuat vlog singkat untuk menceritakan pengalamannya.
"Ini adalah toko yang saya kelola di Brasil bagian selatan. Sebagian besar barang yang dijual di sini diimpor dari Tiongkok, termasuk aksesori, kosmetik, hiasan rambut, dan mainan. Saya sudah beberapa kali mengunjungi Canton Fair dan juga berbelanja di Yiwu. Produk-produk Tiongkok memiliki kualitas yang baik dan variasi yang sangat beragam. Produk-produk tersebut sangat populer di Brasil. Saya berencana untuk kembali ke Canton Fair tahun depan dan membawa lebih banyak produk Tiongkok berkualitas ke Brasil," ungkap pembeli tersebut.
Canton Fair ke-140 diselenggarakan dalam tiga fase di Guangzhou hingga 4 November 2026. Selama hampir tujuh dekade, ajang ini telah berkembang menjadi pameran perdagangan internasional terbesar dan tertua di Tiongkok, dengan cakupan produk terluas, jumlah pembeli terbanyak, serta volume transaksi tertinggi.