Wuhan, Bharata Online - Data bea cukai menunjukkan bahwa wilayah Tiongkok bagian tengah mencatatkan nilai perdagangan luar negeri sebesar 3,43 triliun yuan (sekitar 9.338 triliun rupiah) dalam tiga kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut mencerminkan peningkatan sebesar 20,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan merupakan rekor tertinggi untuk periode tersebut.
Data bea cukai juga menunjukkan bahwa wilayah yang mencakup provinsi Henan, Hunan, dan Hubei ini mencatatkan perdagangan luar negeri yang lebih seimbang dan stabil.
"Dalam tiga kuartal pertama, Tiongkok bagian tengah mencapai pertumbuhan perdagangan positif dengan lebih dari 150 negara dan wilayah di seluruh dunia, yang memperkuat serta memperluas diversifikasi pasar. Nilai perdagangan dengan negara-negara anggota APEC lainnya untuk pertama kalinya melampaui dua triliun yuan dalam periode Januari–September," ujar Wu Hao, Wakil Direktur Departemen Statistik Bea Cukai Wuhan.
Secara tradisional, wilayah timur dan selatan Tiongkok mendominasi perdagangan luar negeri karena aksesnya ke laut. Kini, jaringan kereta api internasional yang menjangkau Asia Tenggara hingga Eropa telah menjadikan Tiongkok Tengah sebagai pusat perdagangan lintas batas yang terus berkembang.
"Jaringan transportasi lintas batas, termasuk rute kereta api ekspres Tiongkok-Eropa, 'jalur air emas' Sungai Yangtze, dan layanan kargo udara internasional, terus mengalami peningkatan, sehingga keunggulan transportasi multimoda dapat dimanfaatkan sepenuhnya," kata Wu.
Secara bulanan, tingkat pertumbuhan impor dan ekspor di Tiongkok Tengah terus meningkat sejak kuartal ketiga.
Pada bulan September 2026 saja, nilai perdagangan luar negeri melampaui 449 miliar yuan (sekitar 1.223 triliun rupiah), rekor tertinggi untuk skala bulanan, dengan kenaikan sebesar 22,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi ekspor, sektor manufaktur peralatan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekspor selama tiga kuartal pertama, dengan produk-produk berteknologi tinggi menunjukkan kinerja yang kuat.
Total ekspor kendaraan listrik, sirkuit terpadu, komputer, beserta komponen-komponennya mencapai 494 miliar yuan (sekitar 1.345 triliun rupiah), atau mencakup 14,4 persen dari total volume perdagangan luar negeri Tiongkok Tengah. Satu dari setiap tiga kendaraan listrik yang diekspor secara nasional berasal dari wilayah Tiongkok Tengah.
Sementara itu, untuk sektor impor, Tiongkok Tengah telah mempertahankan pertumbuhan impor dua digit selama 11 bulan berturut-turut. Impor bijih logam, sirkuit terpadu, dan komponen penyimpanan melonjak, memberikan dukungan kuat bagi kelancaran kegiatan manufaktur serta perluasan dan peningkatan industri-industri utama.