CHANGSHA, Radio Bharata Online - Tertarik dengan peluang yang kaya di wilayah tengah Tiongkok, berbagai perusahaan yang didanai asing telah memberikan mosi percaya mereka dengan menetap di sana dan memperluas investasi atau operasi mereka. Di antara mereka adalah raksasa kimia Jerman BASF, yang telah mendirikan cabang di Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, di Tiongkok tengah.
Dan awal tahun ini, Grup Volkswagen Tiongkok mengumumkan investasi sebesar 2,5 miliar euro (sekitar 2,73 miliar dolar AS) untuk perluasan pusat inovasinya di Hefei di Provinsi Anhui. Wilayah tengah Tiongkok yang terdiri dari enam provinsi: Shanxi, Henan, Anhui, Hubei, Hunan, dan Jiangxi.
Tiongkok telah menekankan perlunya untuk mempercepat kebangkitan wilayah pusatnya sebagai bagian dari upayanya untuk mendorong pembangunan daerah yang terkoordinasi. Seperti diketahui, dari tanggal 31 Mei hingga 2 Juni yang lalu, digelar Pameran Investasi dan Perdagangan Tiongkok Tengah ke-13 (Expo Central China 2024) di kota Changsha untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi di wilayah ini.
Pameran Expo Central China 2024 tahun ini, digelar diarea seluas kurang lebih 40.000 meter persegi, menampilkan pameran dari enam provinsi tersebut di atas, termasuk traktor tak berawak bertenaga hidrogen 5G+ dan bus self-driving yang cerdas.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang lebih cepat dari perkiraan sebesar 5,3 persen pada kuartal pertama tahun ini, menegaskan kembali daya tariknya terhadap investasi asing. Jumlah perusahaan investasi asing yang baru didirikan di negara itu mencapai 12.000 selama periode tersebut, naik 20,7 persen setiap tahunnya.
Sistem industri yang terus berkembang, pasar konsumen yang luas, dan lingkungan bisnis yang semakin optimal telah menjadikan kawasan Tiongkok tengah sebagai magnet bagi perusahaan yang didanai asing.