Beijing, Radio Bharata Online - Menurut Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, Tiongkok dan Rusia telah mencapai tujuan mereka untuk meningkatkan perdagangan bilateral tahunan menjadi 200 miliar dolar AS (sekitar 3.105 triliun rupiah) lebih cepat dari jadwal, dengan lebih dari 90 persen dari perdagangan yang meningkat pesat tersebut diselesaikan dalam mata uang lokal.

Siluanov berada di Beijing untuk menghadiri Dialog Menteri Keuangan Tiongkok-Rusia ke-9 pada hari Senin (18/12). Mereka berdiskusi membahas langkah-langkah proaktif yang Tiongkok dan Rusia rencanakan untuk diterapkan guna menciptakan lingkungan kebijakan yang menguntungkan bagi perdagangan dan investasi bilateral.

Selama kunjungannya di Tiongkok, Siluanov melakukan wawancara eksklusif dengan China Global Television Network (CGTN) untuk membicarakan kerjasama ekonomi bilateral.

"Memang, perdagangan antara kedua negara terus meningkat. Perdagangan bilateral tahun ini melampaui 200 miliar dolar AS pada bulan November, yang berarti kami menyelesaikan tugas yang diberikan kepada kami oleh para kepala negara lebih cepat dari jadwal," kata Siluanov.

Angka perdagangan tersebut awalnya ditetapkan sebagai target untuk tahun 2024 ketika Tiongkok dan Rusia menandatangani nota kesepahaman tentang promosi perdagangan pada bulan Juni 2019.

Data terbaru dari Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok menunjukkan bahwa perdagangan antara Tiongkok dan Rusia mencapai 218 miliar dolar AS (sekitar 3.385 triliun rupiah) dalam 11 bulan pertama tahun ini, naik 26,7 persen dari tahun ke tahun. Pada bulan November 2023 saja, volume perdagangan keduanya mencapai 21,5 miliar dolar AS (sekitar 333,8 triliun rupiah).

Sementara itu, menurut Siluanov, kedua belah pihak telah menggunakan lebih banyak mata uang lokal ketika bertransaksi satu sama lain.

"Kami juga mengamati bahwa proporsi perdagangan yang diselesaikan dalam mata uang lokal sekarang melebihi 90 persen. Kami telah beralih dari penggunaan sistem keuangan Barat dan sekarang menggunakan CIPS (Sistem Pembayaran Antar Bank Lintas Batas) Tiongkok dan Sistem Pesan Keuangan Rusia untuk mengirimkan pesan keuangan. Bank-bank kami juga telah menjalin hubungan, memastikan kelancaran pembayaran untuk transaksi-transaksi ini," katanya.

Menteri juga menekankan hasil positif yang dicapai melalui kemitraan aktif antara kedua belah pihak.

"Kami secara aktif berinteraksi dengan mitra-mitra dari Tiongkok melalui platform internasional lainnya, termasuk BRICS, OPEC dan G20. Dalam hal apapun, kami memiliki berbagai macam interaksi," kata Siluanov.

"Kami juga telah mendiskusikan bagaimana mengembangkan lebih lanjut sistem keuangan antara kedua negara kami, termasuk kerja sama dalam organisasi dan kerangka kerja internasional. Sebagai contoh, bank-bank pembangunan, perluasan sistem asuransi dan reasuransi dalam kerangka kerja BRICS, dan peningkatan operasi penyelesaian di antara negara-negara BRICS, dan isu-isu lainnya. Langkah-langkah ini diperlukan untuk memfasilitasi pertukaran perusahaan dan individu antara kedua negara," tambahnya.