Chongqing, Radio Bharata Online - Tingkat pemanfaatan kapasitas kendaraan energi baru di Tiongkok saat ini sekitar 76 persen, sebanding dengan Amerika Serikat, kata Kepala Cabang Industri Otomotif Dewan Promosi Perdagangan Internasional Tiongkok atau China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) pada hari Kamis (6/6).

Bertemakan "Membentuk masa depan industri dalam masa transisi", Konferensi Tingkat Tinggi China Auto Chongqing 2024 dibuka di Kota Chongqing, barat daya Tiongkok pada hari Kamis (6/6).

Dalam pidato yang disampaikan pada KTT tersebut, Wang Xia, Presiden Cabang Industri Otomotif CCPIT, yang merupakan salah satu tuan rumah acara tersebut, membantah klaim yang disebut "kelebihan kapasitas" di industri NEV Tiongkok dan "dumping harga rendah" dalam ekspor NEV Tiongkok.

Wang menunjukkan bahwa Tiongkok menghentikan program subsidi pemerintah untuk NEV pada tahun 2022, sementara program subsidi di Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan negara-negara lain masih berlaku.

"Ekspor mobil penumpang Tiongkok hanya menyumbang 15 persen dari total penjualan, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara lain. Harga kendaraan listrik merek Tiongkok di pasar luar negeri juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga di Tiongkok, sementara harga beberapa kendaraan listrik merek internasional di Tiongkok jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga di pasar Eropa," ujar Wang.

Wang mencatat bahwa NEV Tiongkok mewakili kapasitas produksi yang maju, yang tidak hanya memperkaya pasokan global, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap respons global terhadap perubahan iklim dan transformasi hijau.

Ia pun menambahkan bahwa globalisasi adalah tuntutan obyektif untuk pembagian kerja profesional dan timbal balik sumber daya di bidang ekonomi, dan tidak tunduk pada kehendak orang tertentu atau negara tertentu. Perubahan teknologi dalam industri otomotif telah meningkatkan kebutuhan akan globalisasi.

"Saya percaya bahwa arus balik deglobalisasi di beberapa negara dan wilayah tidak akan menjadi arus utama, dan juga tidak akan mengubah arus sejarah," kata Wang.