Beijing, Bharata Online - Penjualan ritel barang konsumsi Tiongkok naik 4,3 persen secara tahunan (year-on-year) dalam 10 bulan pertama tahun 2025, didorong oleh inisiatif khusus dan program tukar tambah, menurut data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok pada hari Jumat (14/11).

Menurut data itu, penjualan ritel barang konsumsi Tiongkok mencapai lebih dari 41 triliun yuan (sekitar 96.345 triliun rupiah) selama periode tersebut.

Penjualan ritel daring nasional naik 9,6 persen menjadi lebih dari 12 triliun yuan (sekitar 28.198 triliun rupiah), dengan penjualan daring barang fisik tumbuh 6,3 persen menjadi lebih dari 10 triliun yuan (sekitar 23.498 triliun rupiah), yang menyumbang 25,2 persen dari total penjualan ritel.

Penjualan ritel jasa meningkat 5,3 persen selama periode Januari-Oktober 2025, dengan tingkat pertumbuhan naik 0,1 poin persentase dibandingkan dengan tiga kuartal pertama, seiring dengan peningkatan yang lebih besar pada sektor jasa budaya, olahraga, dan rekreasi, jasa komunikasi dan informasi, jasa konsultasi dan penyewaan perjalanan, serta jasa transportasi.

Pada bulan Oktober 2025 saja, total penjualan ritel barang konsumsi melampaui 4,6 triliun yuan (sekitar 10.809 triliun rupiah), meningkat 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data tersebut juga mencatat bahwa penjualan ritel barang konsumsi di wilayah perkotaan mencapai 4 triliun yuan (sekitar 9.399 triliun rupiah), naik 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara di wilayah pedesaan mencapai 627 miliar yuan (sekitar 1.473 triliun rupiah), naik 4,1 persen.

Menurut para pejabat, upaya yang didukung pemerintah dan pariwisata liburan yang kuat telah menjadi pendorong utama di balik pertumbuhan tersebut.

"Inisiatif khusus untuk meningkatkan konsumsi terus berjalan, dengan ekonomi liburan mendorong pertumbuhan ritel barang dan jasa. Pada bulan Oktober, total penjualan ritel barang konsumsi tumbuh sebesar 2,9 persen secara tahunan. Penjualan barang konsumsi melalui program tukar tambah tetap tumbuh pesat. Pada bulan Oktober, penjualan ritel peralatan komunikasi dan perlengkapan budaya dan kantor masing-masing tumbuh sebesar 23,2 persen dan 13,5 persen," ujar Fu Linghui, Juru Bicara dan Kepala Ekonom NBS.

Selain itu, konsumsi jasa seperti budaya dan pariwisata meningkat seiring dengan meningkatnya perjalanan warga selama liburan. Menurut Fu, penjualan ritel jasa tumbuh sebesar 5,3 persen secara tahunan dari Januari hingga Oktober 2025, lebih tinggi daripada pertumbuhan penjualan ritel komoditas.