Beijing, Bharata Online - Tiongkok berkomitmen teguh pada kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, dalam konferensi pers pada hari Selasa (23/12) di Beijing.

Lin menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai isi yang berkaitan dengan Tiongkok dalam draf laporan Pentagon.

"Saya tidak familiar dengan apa yang Anda sebutkan sebagai draf laporan AS, tetapi kami telah mendengar cerita yang sama berulang kali dari AS untuk menciptakan dalih mempercepat peningkatan kekuatan nuklir AS dan mengganggu stabilitas strategis global. Masyarakat internasional perlu menyadari hal itu dengan saksama. AS, sebagai negara adidaya nuklir yang memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, harus memenuhi tanggung jawab khusus dan utamanya untuk perlucutan senjata nuklir, melakukan pengurangan drastis dan substansial terhadap persenjataan nuklirnya, dan menciptakan kondisi bagi negara-negara pemilik senjata nuklir lainnya untuk bergabung dalam proses perlucutan senjata nuklir. Ini harus menjadi prioritas utama bagi AS," ujar Lin.

"Belum lama ini, pemerintah Tiongkok merilis buku putih berjudul Pengendalian Senjata, Perlucutan Senjata, dan Non-Proliferasi Tiongkok di Era Baru yang berisi tinjauan lengkap tentang kebijakan nuklir Tiongkok dan posisinya mengenai perlucutan senjata nuklir. Tiongkok tetap teguh pada kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu dan strategi nuklir yang berfokus pada pertahanan diri. Tiongkok menjaga kekuatan nuklirnya pada tingkat minimum yang dibutuhkan oleh keamanan nasional dan tidak terlibat dalam perlombaan senjata nuklir dengan negara mana pun. Tiongkok secara aktif berpartisipasi dalam proses peninjauan Perjanjian tentang Non-Proliferasi Senjata Nuklir dan pertemuan mekanisme P5 (lima negara pemilik senjata nuklir), dan mempertahankan dialog dengan berbagai pihak mengenai perlucutan senjata nuklir," jelas Lin.