Beijing, Bharata Online - Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan pada hari Rabu (25/2) bahwa Tiongkok berharap Amerika Serikat akan mengadopsi pandangan objektif dan rasional terhadap implementasi perjanjian ekonomi dan perdagangan tahap pertama antara Tiongkok dan AS.
Kementerian tersebut mengatakan, Tiongkok mendesak AS untuk menahan diri dari mengalihkan kesalahan, dan menghindari penggunaan Tiongkok sebagai dalih untuk menciptakan masalah atau memprovokasi isu.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, bahwa Amerika Serikat akan terus melanjutkan investigasi Pasal 301 terkait kepatuhan Tiongkok terhadap perjanjian ekonomi dan perdagangan tahap pertama, dan bahwa AS mungkin akan memberlakukan tarif.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa jika Amerika Serikat bersikeras untuk melanjutkan investigasi, atau memberlakukan tarif atau tindakan pembatasan lainnya dengan dalih investigasi, Tiongkok akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingannya yang sah.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa sejak perjanjian ekonomi dan perdagangan tahap pertama mulai berlaku pada awal tahun 2020, Tiongkok telah bekerja keras untuk mengimplementasikannya, mengatasi berbagai faktor yang merugikan seperti pandemi dan gangguan rantai pasokan yang menyertainya, serta penurunan ekonomi global.
Kementerian tersebut mengatakan, Tiongkok telah dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian tersebut, memenuhi komitmen terkait perlindungan kekayaan intelektual dan mempromosikan keterbukaan pasar keuangan dan pertanian sesuai jadwal, dan sepenuhnya mewujudkan perluasan kerja sama perdagangan.
Disebutkan bahwa sebaliknya, AS telah memperketat kontrol ekspor terkait Tiongkok, membatasi investasi bilateral, meningkatkan tindakan represif atau restriktif ekonomi, perdagangan, dan bentuk lainnya secara terus-menerus, menghambat aktivitas perdagangan dan investasi bilateral normal, melanggar semangat perjanjian, dan merusak suasana dan kondisi untuk implementasinya.
Kementerian tersebut mengatkan, sejak tahun lalu, Tiongkok dan Amerika Serikat telah melakukan lima putaran konsultasi ekonomi dan perdagangan, mencapai serangkaian hasil penting dan mencapai berbagai konsensus tentang perpanjangan periode penangguhan tarif timbal balik, perdagangan pertanian, kontrol ekspor, dan pengurangan pembatasan investasi.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa selama proses ini, kedua belah pihak juga telah berkomunikasi mengenai kesepakatan ekonomi dan perdagangan tahap pertama pada beberapa kesempatan.
Pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa dipandu oleh konsensus penting yang dicapai antara kepala negara kedua negara, Tiongkok bersedia bekerja sama dengan AS untuk memanfaatkan mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan bilateral mereka dengan baik, fokus pada masa depan dan implementasi hasil ekonomi dan perdagangan yang telah disepakati bersama, dan secara aktif mengeksplorasi titik temu kepentingan antara kedua belah pihak.