Beijing, Radio Bharata Online - Akademi Sejarah Tiongkok merilis sejumlah pencapaian penelitian sejarah utama pada hari Kamis (4/1) dan mengumumkan kemajuan penting dalam menyusun sejarah umum Tiongkok.

Pada sebuah konferensi pers di Beijing, akademi tersebut menerbitkan 12 buku. Diantaranya, "Garis Besar Sejarah Tiongkok (Edisi Baru)" dan "Sejarah Ringkas Peradaban Tiongkok" menandai pencapaian penting dalam upaya lembaga tersebut untuk menyusun sejarah umum Tiongkok yang baru.

Buku-buku tersebut mengikuti garis besar sejarah Tiongkok dari asal mula peradaban hingga zaman modern, merefleksikan perkembangannya dari berbagai sisi termasuk politik, ekonomi, budaya, dan persatuan nasional.

"Dalam metode tradisional historiografi Tiongkok, karya sejarah komprehensif kami biasanya berakhir sebelum berdirinya Tiongkok Baru. Namun, kali ini, kami telah mendobrak pendekatan tradisional ini untuk menghubungkan keseluruhan sejarah Tiongkok," kata Li Guoqiang, Wakil Direktur Akademi Sejarah Tiongkok.

Edisi baru "Garis Besar Sejarah Tiongkok", dengan total 37 volume, melibatkan lebih dari 400 sejarawan dari 18 institusi di seluruh negeri. Tiongkok telah menulis sejarah umum lebih dari 20 tahun yang lalu, dan edisi baru ini menyimpulkan banyak pencapaian baru dalam studi sejarah dan arkeologi dalam dua dekade.

"Beberapa isu yang masih samar-samar atau belum terkonfirmasi 20 tahun lalu, terutama yang berkaitan dengan asal-usul peradaban, kini telah mendapatkan bukti empiris. Sebagai contoh, lebih dari 80.000 potongan bambu dari zaman Qin (221 SM-207 SM) dan Dinasti Han (202 SM-25 M) telah ditemukan di Gansu. Serangkaian penggalian arkeologi berskala besar yang dilakukan oleh Proyek Asal-Usul Peradaban Tiongkok, termasuk Liangzhu, Erlitou, Taosi, dan penemuan arkeologi baru lainnya, juga telah memberikan bukti tentang lintasan perkembangan fundamental peradaban Tiongkok. Bukti ini mencakup jutaan tahun sejarah manusia, lebih dari 10.000 tahun sejarah budaya, dan lebih dari 5.000 tahun sejarah peradaban," papar Li.

Akademi yang didirikan pada tahun 2019 itu bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dan memandu penelitian sejarah nasional, merumuskan rencana penelitian sejarah Tiongkok di era baru, serta mengorganisir dan mengimplementasikan proyek-proyek akademis utama sejarah nasional. Akademi ini merupakan anak perusahaan dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok.