Beijing, Bharata Online - Menurut laporan yang dirilis oleh Kantor Statistik Federal Jerman pada hari Jumat (20/2), dengan omzet perdagangan luar negeri (total ekspor dan impor barang) sebesar 251,8 miliar euro (sekitar 5 ribu triliun rupiah), Tiongkok kembali menjadi mitra dagang terpenting Jerman pada tahun 2025, gelar yang juga dipegangnya pada periode 2016 hingga 2023.

Laporan tersebut mengatakan, perdagangan barang Jerman dengan Tiongkok tumbuh sebesar 2,1 persen pada tahun 2025.

Sejak 2015, Tiongkok telah menjadi sumber impor terpenting Jerman. Laporan itu menyebutkan bahwa impor Jerman dari Tiongkok mencapai 170,6 miliar euro (sekitar 3.391 triliun rupiah), dan ekspornya sebesar 81,3 miliar euro (sekitar 1.615,84 triliun rupiah) pada tahun 2025.

Sementara itu, kebijakan tarif AS dan sengketa perdagangan berdampak tertentu pada perdagangan Jerman-AS. Pada tahun 2025, perdagangan antara kedua negara mencapai 240,5 miliar euro (sekitar 4.779,94 triliun rupiah), turun 5,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor Jerman ke AS mencapai 146,2 miliar euro (sekitar 2.905,73 triliun rupiah), turun 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, pada tahun 2025, total ekspor barang Jerman meningkat sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 1.563 miliar euro (sekitar 31.064,62 miliar rupiah), dan total impor meningkat sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 1.362,5 miliar euro (sekitar 27.079,69 triliun rupiah). Surplus perdagangan tahunan mencapai 200,5 miliar euro (sekitar 3.984,94 triliun rupiah), yang menunjukkan penurunan sebesar 42,4 miliar euro (sekitar 842,7 triliun rupiah) dibandingkan tahun 2024.