Xianyang, Bharata Online - Para peneliti Tiongkok baru-baru ini meluncurkan robot pemetik apel inovatif, yang saat ini sedang diuji di laboratorium kebun simulasi.
Dikembangkan oleh tim di Universitas Pertanian dan Kehutanan Barat Laut di Kota Xianyang, Provinsi Shaanxi, Tiongkok barat laut, robot ini dijuluki "Si Kembar".
Sistem robotik itu terdiri dari dua robot semi-humanoid, satu tinggi dan satu pendek, yang beroperasi pada basis beroda rantai bersama. Mereka saat ini berpartisipasi dalam pelatihan pemetikan di laboratorium kebun simulasi di universitas tersebut.
Robot yang lebih tinggi, bernama Big Guy, dirancang untuk memetik apel yang menggantung lebih dari 1,5 meter tingginya, sementara yang lebih pendek, Little Guy, berfokus pada pemanenan buah yang menggantung lebih rendah. Bersama-sama, kedua robot bekerja secara harmonis untuk memastikan semua apel di pohon dipanen secara efisien, kata Profesor Yang Fuzeng, seraya menambahkan bahwa "Si Kembar" dapat menyelesaikan pemetikan satu buah dalam waktu rata-rata 7,5 detik.
Fitur penting dari robot kembar ini adalah sistem penglihatan canggih mereka, yang dipasang di kepala dan lengan mekanik mereka. Sistem ini berfungsi seperti mata, memungkinkan robot untuk memindai bentuk pohon buah secara akurat, menilai warna dan ukuran apel, dan segera menyampaikan informasi ini ke unit pemrosesan pusat robot.
"'Otak' robot menggunakan algoritma untuk pengenalan dan analisis. Ia mengidentifikasi di mana pohon apel berada, di mana cabang-cabangnya berada, di mana apel berada, dan bahkan apel mana yang rusak akibat hama. Ia menyaring informasi ini untuk menentukan apel mana yang dalam kondisi baik dan mengeluarkan perintah kepada robot, mengarahkannya untuk menyelesaikan pemetikan dengan lengan mekaniknya," ujar Chen Chongcheng, seorang kandidat mahasiswa doktoral yang terlibat dalam proyek ini.
Kedua robot itu dilengkapi dengan lengan ganda, meskipun desainnya berbeda. Little Guy memiliki lengan mekanik industri berbentuk persegi panjang, sedangkan lengan Big Guy lebih mirip anggota tubuh manusia, menawarkan fleksibilitas sendi yang lebih besar.
"Selama proses pemetikan apel, Big Guy dapat mengadopsi berbagai sudut dan posisi untuk menavigasi di sekitar rintangan untuk meraih dan memetik apel. Sementara itu, Little Guy memiliki keunggulan jangkauan operasional yang lebih besar dan beroperasi dengan kecepatan lebih tinggi, sehingga lebih efisien," kata Chen.
Selain menyempurnakan teknologi yang digunakan pada cakar pemetik, tim peneliti juga berupaya menghitung kemiringan maksimum yang dapat ditangani robot dan menguji kemampuan mereka untuk menyeberangi parit. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa robot dapat digunakan dalam lingkungan praktis sesegera mungkin.