Beijing, Bharata Online - Tiongkok selalu menentang penggunaan atau ancaman kekerasan, serta pemaksaan kehendak suatu negara terhadap negara lain, kata Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada hari Minggu (4/1) ketika berbicara tentang situasi di Venezuela.

Wang, yang juga Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), menyampaikan pernyataan tersebut saat mengadakan Dialog Strategis Menteri Luar Negeri Tiongkok-Pakistan Putaran Ketujuh dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, di Beijing.

Wang mengatakan, situasi internasional saat ini lebih bergejolak dan saling terkait, dengan intimidasi sepihak yang semakin parah. Menurutnya, perubahan situasi yang tiba-tiba di Venezuela telah menarik perhatian besar dari komunitas internasional.

"Kami tidak pernah percaya bahwa negara mana pun dapat berperan sebagai polisi dunia, dan kami juga tidak setuju bahwa negara mana pun dapat mengklaim dirinya sebagai hakim internasional. Kedaulatan dan keamanan semua negara harus sepenuhnya dilindungi oleh hukum internasional," kata Wang.

"Tiongkok bersedia bekerja sama dengan seluruh komunitas internasional, termasuk Pakistan, untuk secara tegas menjunjung tinggi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjaga standar moral internasional, menjunjung tinggi kesetaraan kedaulatan semua negara, bersama-sama menjaga perdamaian dan pembangunan dunia, serta mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," ujarnya.