Beijing, Bharata Online - Simon Trott, CEO perusahaan pertambangan raksasa Rio Tinto, menekankan bahwa Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok (2026-2030) untuk pembangunan sosial ekonomi nasional berfungsi sebagai peta jalan yang jelas bagi kolaborasi berkelanjutan perusahaan dengan Tiongkok.
Dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) di Beijing, Trott mengatakan bahwa Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok memberikan arah yang jelas bagi perusahaan untuk terus memasok material yang penting bagi pembangunan negara tersebut.
"Rencana Lima Tahun ke-15 benar-benar memberikan arah yang jelas bagi kami untuk terus bekerja sama, untuk terus menyediakan material yang dibutuhkan Tiongkok untuk pembangunan yang berkelanjutan. Jadi bagi Rio Tinto, ini benar-benar peta jalan yang jelas tentang bagaimana cara terbaik kami terus berkolaborasi dan salah satu hal yang benar-benar menonjol adalah bahwa akan ada banyak sumber daya yang dibutuhkan, jadi kami perlu memastikan bahwa bisnis kami benar-benar kuat sehingga kami terus memainkan peran pendukung dalam menyediakan material yang dibutuhkan untuk transisi tersebut," ujar Trott.
Trott menyoroti meningkatnya permintaan komoditas yang mendukung transisi energi, dan mencatat fokus perusahaan pada bijih besi, aluminium, tembaga, dan litium.
"Bagi kami, kami fokus pada empat komoditas utama, bijih besi, aluminium, tembaga, dan litium. Pasokan litium pertama kami dari pengembangan yang kami miliki di Argentina akan tiba di Shanghai dalam beberapa hari mendatang dan saya pikir itu sedikit melambangkan perubahan dan cara komoditas berubah karena beberapa komoditas yang mendukung transisi energi tersebut benar-benar mulai meningkat permintaannya dan kita perlu memastikan bahwa kita terus membawa pasokan itu ke pasar," katanya.
Rencana Lima Tahun adalah serangkaian inisiatif pembangunan sosial dan ekonomi yang memetakan strategi pertumbuhan Tiongkok dalam periode lima tahun. Rencana tersebut biasanya mencakup target pertumbuhan numerik seperti target produk domestik bruto (PDB) tahunan dan menawarkan pedoman kebijakan untuk reformasi.