ISLAMABAD, Radio Bharata Online - Menteri Perencanaan, Pembangunan, dan Inisiatif Khusus Pakistan, Ahsan Iqbal, mengatakan Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (China-Pakistan Economic Corridor / CPEC) memberikan banyak keuntungan dan manfaat bagi Pakistan, terutama investasi asing langsung yang sangat dibutuhkan guna mengatasi krisis energi yang dialami.

Ahsan Iqbal mengungkapkan saat berbicara pada seminar bertajuk CPEC: A Catalyst for the Economic Development of Pakistan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Tiongkok Pakistan di Institut Studi Strategis Islamabad pada Rabu (17/8/2022), bahwa Pakistan bertransisi dari negara yang mengalami defisit energi menjadi negara yang mandiri energi.

"Dari negara yang mengalami defisit energi menjadi negara yang mandiri energi, transisi ini tidak akan mungkin terjadi tanpa investasi CPEC," ucapnya dikutip dari Xinhua.

Sebelum CPEC, Iqbal mengatakan dua hambatan yang dihadapi Pakistan yakni krisis energi-listrik dan infrastruktur yang rapuh.

"Kedua hambatan utama tersebut sebagian besar dapat diatasi oleh fase pertama CPEC, dan pergeseran ke fase industrialisasi telah dimulai di negara ini," ujar Ahsan Iqbal.

Dia menambahkan bahwa terjadi krisis listrik akut di negaranya dan tanpa energi suatu negara tidak dapat mengembangkan ekonomi modern, seraya menambahkan bahwa bagi ekonomi modern, energi setara dengan oksigen bagi kehidupan manusia.

"Tiongkok memberikan proyek energi kepada Pakistan yang kemudian menjadi pembawa perubahan bagi Pakistan dalam mengatasi krisis energi," imbuh Iqbal.

Ia pun mengungkapkan, CPEC juga menyediakan investasi strategis penting bagi Pakistan untuk memodernisasi infrastrukturnya, terutama beberapa proyek infrastruktur jalan.